Tak Masuk Daftar, Melki Pindah dari PSIS

  • Regional
  • 13 Jan 2019 | 02:51 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 121 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / semarang - Jalinan kemesraan PSIS Semarang dengan pemain yang berjasa meloloskan tim ibu kota Jawa Tengah ini ke Liga 1 pada 2017 lalu, Melcior Leideker resmi berakhir. Pemain yang akrab disapa Melki ini tidak diperpanjang kontraknya dan berstatus bebas transfer pertengahan Januari ini.

General Manager PSIS, Wahyu Winarto menyebut pemain asal Sorong ini tidak masuk dalam rencana jangka panjang pelatih Jafri Sastra. Sehingga Melki hanya bertahan satu setengah musim saja di klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar.

''Ya, Melki harus kami lepas bersama pemain-pemain yang sebelumnya juga kami umumkan tidak lagi berbaju PSIS karena hasil evaluasi pelatih. Seperti Gustur Cahyo, M Widya Wahyu, Hafit Ibrahim, dan Petar Planic. Ke depan kami tentu berusaha mencari pengganti yang lebih baik,'' kaya pria yang akrab disapa Liluk itu.

Melki direkrut PSIS saat babak 16 besar Liga 2 2017. Saat itu dia bermain baik dengan mencetak lima gol dan mengantarkan PSIS promosi ke Liga 1.

Di kompetisi teratas, sinar mantan winger Persiba Balikpapan ini meredup. Dari 16 pertandingan yang dia lakoni di Liga 1, Melki hanya bisa mencetak satu gol. Angka 16 laga itu juga tidak banyak mencatatkan waktu bermain di lapangan. Dia kerap dimasukkan sebagai pemain pengganti dan hanya tercatat bermain sebanyak 352 menit saja.

''Pekan depan kai akan perlahan mengumumkan satu persatu pemain yang sudah resmi kami dapatkan tanda tangannya. Selain itu kami juga akan panggil pelatih untuk mempersiapkan tim di Piala Indonesia,'' lanjut Liluk.

Ya, keinginan agar PSIS bisa siap menghadapi kompetisi disuarakan Dua kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru dan Snex. Mereka mendesak klub kebangaannya itu untuk fokus membentuk tim jelang lanjutan Piala Indonesia pada akhir Januari ini.

Pentolan kedua komunitas pencinta Laskar Mahesa Jenar itu sama-sama menyatakan kurang setuju jika klub pujaannya teralihkan perhatiannya dalam laga uji coba. Sebelumnya, PSIS diajak Persija Jakarta untuk melaksanakan friendly match

. Namun sampai saat ini belum ada sebelas pemain yang dikontrak.

''Masih jauh jika berbicara untuk uji coba. Soalnya PSIS timnya belum terbentuk. Jadi mending bentuk tim dulu,” kata Ketua Umum Panser Biru, Kepareng.

Hal yang sama diakatakan Ketua Umum Snex, Edy Purwanto. Dia ingin skuad asuhan Jafri Sastra juga memprioritaskan pembentukan tim yang baru dihuni lima pemain.

''Saya kira terlalu dini buat uji coba.Ditahan dulu sampai tim terbentuk biar kesannya tidak asal-asalan,'' sambung Edy.

Harapan suporter ini diamini CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya. Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini juga belum menyanggupi ajakan Direktur Utama Persija, Gede Widiade.

''Sejak awal aanya ajakan itu, kami memang belum menyanggupi karena pemain sedang libur. Sebab kalau dipaksakan, pemain-pemain PSIS belum lengkap dan akan melawan tim lengkap dengan pemain asing yang sedang persiapan untuk Piala Asia. Saya khawatir faktor psikologis akan mempengaruhi tim apabila dipaksakan uji coba dengan tim yg sudah siap. Nanti kami malah akan jadi bulan-bulanan,'' kata Yoyok

Selain soal pemain saat ini, PSIS masih fokus dengan perizinan terkait kandang di Kendal maupun Magelang. Yoyok juga mengajak suporter untuk memberikan masukan terkait ajakan uji coba dari Persija.

''Kita akan siapkan perizinan di Kendal dan Magelang, sekalian meminta masukan suporter, Panser Biru dan Snex, bagaimana baiknya, diterima atau tidak,'' tandas Yoyok. 

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU