Ketua PP Muhammadiyah Resmikan Rumah Baca Di Kokoda, Sorong, Papua

  • Nasional
  • 13 Jan 2019 | 02:30 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 150 kali
image
foto: Suaramerdeka/dok

beritajowo.com / semarang - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir MSi,  dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiah, Dra Siti Noorjannah Djohantini MM, meresmikan rumah baca di Kampung Warmon, Kokoda, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Sabtu (12/1).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sorong, Suka Hardono, Rektor Unimuda, Dr Rustamaji, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Gunawan Budiyanto, Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr M Nurul Yamin, serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis/Lembaga dan para Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Selain meresmikan rumah baca Pimpinan Pusat Muhammadiyah, juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan penambahan ruang kelas sekolah dasar di Warmon, Kokoda, yang dinilai masih perlu ditambah karena banyaknya peserta didik yang ingin sekolah di Muhammadiyah.

''Banyaknya minat peserta didik, maka saya pikir perlu penambahan ruang kelas, agar anak-anak bisa sekolah dengan nyaman dan senang,'' kata Haedar Nashir usai melakukan peletakan batu pertama penambahan ruang kelas untuk sekolah dasar.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Muhammadiyah mengatakan, yang menarik dari acara ini selain meresmikan rumah baca tapi juga pencanangan Rumah Muhammadiyah di Kabupaten Sorong. Disebut Kampung Muhammadiyah, karena Kampung Kokoda di Kabupaten Sorong, Papua Barat, yang ditempati Suku Kokoda semua warganya beragama Islam.

''Kampun g Muhammadiyah ini kali pertama di Indonesia, bahkan Yogyakarta sendiri tempat lahirnya Muhammadiyah tidak ada Kampung Muhammadiyah,'' ujar Haedar Nashir. ''Saya pikir ini hebat, makanya kami berserta rombongan mau datang dan mersemikan rumah baca serta peletakan batu pertama dimulainya pembangunan ruang kelas,'' katanya lagi.

Kampung Warmon, Kokoda, merupakan desa binaan Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang kini berkembang pesat. Padahal sebelumnya kawasan itu merupakan daerah rawa-rawa yang ditempati oleh Suku Kokoda. Tapi setelah dibina oleh Muhammadiyah dan  UMY, akhirnya masyarakatnya bisa hidup layak dan sejahtera.

Dengan adanya rumah baca dan lembaga pendidikan di Warmon, Kokoda ini, diharapkan masyarakat bisa lebih maju dan berkembang sehingga kedepan bisa membawa masyarakat hidup sejahtera. ''Kami berharap rumah baca ini, bisa dimanfaatkan dengan baik. Kalau perlu digunakan untuk kegiatan agama juga tidak apa-apa,'' katanya.

Sementara Rektor UMY, Dr Gunawan Budiyanto mengatakan, selama ini Muhammadiyah dan UMY telah membangun rumah baca sebanyak delapan unit. Dari jumlah itu, tersebar di berbagai daerah di Indonesia diantaranya di Yogyakarta, Kalimantan, Papua dan di Nusa Tenggara Barat (NTB). ''Di NTB kami membangun empat rumah baca, namun keempat-emlatnya hancur diterjang gempa. Dan kini rumah baca itu, sedang akan kami bangun kembali,'' katanya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU