PDIP Kejar Otak Pusat Pemodal Poster Ilegal Bergambar Jokowi Raja

  • Nasional
  • 15 Nov 2018 | 08:32 WIB
  • Oleh Dtc
  • Dilihat 112 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / Jakarta - Sutradara penyebaran poster dan stiker bergambar petahana Joko Widodo dengan kostum raja Jawa masih menjadi misteri. Pemasang atribut 'Raja Jokowi' sendiri mengatakan pemasangan dilakukan atas perintah pusat, siapakah kreator tersebut?.

"Sudah ada, yang masang sudah ketahuan, yang pasang di lapangan ketahuan. Sudah ada, yang pasang di lapangan ketahuan, yang masang bertemu kita. Kita tanya, 'Kamu itu pasang gimana?'. (Dijawab) 'Disuruh dari pusat'," ungkap Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto saat dihubungi, Rabu (14/11/2018).

PDIP sendiri sudah melakukan beberapa penelusuran terkait pemasangan atribut 'Raja Jokowi' tersebut. Namun, pemasang poster dan stiker 'Raja Jokowi' mengaku hanya pesuruh yang ditugaskan untuk memasang.

Pemasang tidak bisa memberi jawaban yang jelas, terkait siapa 'pihak pusat' yang menyuruhnya. Pemasang hanya mengaku mendapatkan upah Rp 5.000 setiap pemasangan atribut.

"Itu kan masang poster-stiker dikasih uang. Setiap satu poster ada yang Rp 10 ribu, ada yang Rp 5.000, Rp 25 ribu. Itu kan ada ribuan," sebut Bambang.

Mereka juga mengaku sempat dikumpulkan beberapa waktu lalu untuk briefing pemasangan. Mereka lalu diminta memberikan alamat untuk dikirimkan atribut 'Raja Jokowi', dan diminta untuk membantu memasang atribut tersebut.

"Kita tanya, ini (poster dan stiker) dari mana? (Pemasang mengaku): saya dulu diundang sama senior saya di Hotel Siliwangi Semarang. Di sana ada beberapa orang, kita di-briefing," sebut Bambang.

"Diminta alamat, diminta bantu pasang. Suatu waktu datang barangnya," sambung Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Jokowi-Ma'ruf itu.

Tak hanya itu, PDIP berhasil mengetahui adanya gudang yang disiapkan untuk menyimpan stok dari atribut 'Raja Jokowi'. Setidaknya gudang tersebar di tiga daerah di Jateng.

"Di situ di gudang. Ada juga yang sudah siap pasang tapi belum terpasang. Ada di Magelang, Banyumas, Bumiayu. Ini bukan orang PDIP," terang Bambang.

Atribut peraga kampanye (APK) bergambar 'Raja Jokowi' diketahui tersebar di Jawa Tengah. Desain poster-poster dan stiker tersebut serupa, yakni bergambar Jokowi mengenakan mahkota khas raja Jawa dan terdapat logo kepala banteng PDIP.

Pada kesempatan terpisah, Bambang mengatakan poster rontek 'Raja Jokowi' berjumlah sekitar 85 ribu yang terpasang di Jateng. Di setiap desa terdapat rata-rata 10 lembar. Diperkirakan pihak pembuat harus mengeluarkan dana besar untuk proyek ini.

"Sekali pasang, yang memasang dapat Rp 5 ribu, plus bambu dan tali Rp 10 ribu. Itu angka gede, belum percetakannya, pengangkutannya, dan lain lain. Melibatkan uang besar, tidak kurang Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar," ungkap Bambang saat ditemui di Semarang, Rabu (14/11).

PDIP saat ini memutuskan menurunkan poster tersebut, meskipun di poster itu terdapat logo PDIP namun PDIP tidak merasa mencetak dan mengeluarkannya. Selain itu, gambar Jokowi berpakaian raja dinilai justru merendahkan karena Jokowi adalah calon presiden yang maju melalui pemilihan umum.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU