Kominfo Klaim Blokir 341 Bank Online Ilegal

  • Nasional
  • 14 Nov 2018 | 12:55 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 111 kali
image
foto(istimewa)

beritajowo.com // jakarta - Perkembangan industri jasa keuangan digital atau financial technology (fintech) sudah menjamur di Indonesia dalam memberikan layanan kredit secara online. Namun, banyak masyarakat yang malah terjebak hutang akibat ulah Fintech ilegal.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan membeberkan, ada sekitar 341 aplikasi fintech abal-abal yang diblokir. 

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar pergerakan fintech tak berizin tidak terlalu besar di Indonesia. Pasalnya, minimnya edukasi dan sosialisasi ditambah dengan kebutuhan perekonomian masyarakat tak mampu membuat para Fintech illegal terus beraksi.

Samuel mengaku, fintech di Indonesia adalah layanan baru yang sedang berkembang dan dibutuhkan regulasi agar bisa berjalan sesuai aturan. 

"Sekarang kita kasih rambu ke mereka soal apa saja yang dilarang dan diizinkan," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/11).

Disamping itu, pihaknya juga mengimbau  kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan kemudahan yang ditawarkan oleh fintech-fintech ilegal yang menyalurkan kredit. 

Samuel menegaskan, masyarakat harus lebjh waspada dan berhati-hati terhadap tawaran yang tidak masuk akal meskipun terhimpit masalah ekonomi. Hal itu bisa dengan menelusuri kebenaran tentang fintech tersebut dengan memeriksa nama di situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

"Kalau fintechnya sudah terdaftar di OJK dan tiba tiba ada masalah kan bisa diurus dan dipanggil (perusahaanya)," imbuhnya.

Samuel menambahkan, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh fintech sebenarnya bisa melaporkan ke pihak kepolisian, karena hal tersebut adalah tindakan merugikan.

"Lapor ke Polisi atau ke OJK, setelah itu mereka akan meminta data ke kita baru di sini melakukan pemblokiran," tandasnya.

img
BeJo@22
EDITOR

KABAR TERBARU