Harga Minyak Dunia 14 November 2018

  • Internasional
  • 14 Nov 2018 | 12:28 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 101 kali
image
foto(istimewa)

beritajowo.com // new york - Pada penutupan perdagangan hari Selasa (13/11/2018), harga minyak jenis brent kontrak Januari 2019 anjlok 6,63% ke level US$ 65,47/barel. Di waktu yang sama, harga minyak jenis light sweet kontrak Desember 2018 amblas 7,07% ke level US$ 55,69/barel.

Dengan pergerakan itu, harga light sweet yang menjadi acuan di Amerika Serikat (AS) telah melemah 12 hari berturut-turut, yang merupakan reli pelemahan harian terpanjang dalam sejarah. Harga light sweet meninggalkan level psikologis US$ 60/barel, terpuruk ke level terendahnya sejak November 2017.

Sebagai informasi, hingga perdagangan kemarin, harga minyak light sweet sudah jatuh nyaris 30?ri titik tertingginya dalam 4 tahun terakhir (US$ 76,41/barel), yang dicapai pada tanggal 3 Oktober 2018 silam. Artinya, hanya butuh waktu sebulan untuk "membanting" harga sang emas hitam.

Sementara, harga brent yang menjadi acuan di Eropa juga jatuh semakin dalam mendekati level US$ 65/barel, dan kini berada di titik terendahnya sejak pertengahan Maret 2018, atau dalam 8 bulan terakhir.

Faktor fundamental harga minyak mentah memang amat tidak mendukung. Kombinasi kelebihan pasokan serta permintaan yang lemah di pasar masih menjadi "hantu" yang menyeret harga sang emas hitam ke jurang kehancuran. 

Dalam tulisan ini, Tim Riset CNBCmengelaborasikan faktor-faktor yang menjadi biang kerok kejatuhan harga minyak mentah dunia.

img
BeJo@22
EDITOR

KABAR TERBARU