Aksi Mencium Bendera Merah Putih Tandai Penutupan Kemah Rohis 2018

  • Nasional
  • 11 Nov 2018 | 04:15 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 144 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / Belitung (Kemenag) --- Perkemahan Rohis (Kerohanian Islam) siswa SMA/SMK tingkat Nasional III tahun 2018 ditutup. Penutupan diikuti dengan aksi memcium bendera merah putih secara bersama-sama oleh seribuan peserta. 

"Ini menjadi simbol sekaligus bukti bahwa Rohis bertekad akan menjaga kebhinnekaan," terang Direktur Pendidikan Agama Islam Rohmat Mulyana,  di Belitung,  Jumat (09/11).

Upacara penutupan Perkemahan Rohis dipimpin oleh Rohmat Mulyana. Upacara dimeriahkan penampilan kesenian daerah dari peserta dan seremoni napak tilas heroisme kepahlawanan. Hadir dalam kesempatan ini, Kakanwil Kemenag Provinsi Bangka Belitung, Asisten Daerah Kab. Belitung, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Kepada peserta Kemah Rohis, Rohmat berpeasan untuk terus melanjutkan aksi-aksi positif saat kembali ke daerahnya masing-masing.  Pelbagai pengetahuan yang sudah dibahas dan didapat dalam forum dapat diartikulasikan dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan sekolah dan masyarakat. 

"Keberhasilan ROHIS dapat bernilai saat mampu berkontribusi dengan baik di masyarakat," ujarnya. 

Rohmat berharap, Kemah Rohis menjadi perekat silaturahmi dan persaudaraan antar anak-bangsa. Dalam lima hari  penyelenggaraan,  pelbagai agenda kegiatan sudah dijalankan dengan misi penguatan wawasan, keagamaan, kebangsaan dan kepemimpinan. 

Rohmat mengapresiasi antusiasme peserta Kemah Rohis dalam mengikuti kegiatan dan membangun sinergi bersama. Dia melihat,  kolaborasi dan kerjasama  antar peserta dapat terbangun rapi sekalipun berasal dari pelbagai daerah. Hal ini menurutnya bisa menjadi fondasi memahami keberagaman bangsa ini. 

"Realitas Indonesia sebagai bangsa yang beragam merupakan sunnatullah dan dibutuhkan sikap saling menghargai dan menghormati untuk merawatnya," ujarnya.

Rohmat mengaku, bahwa panitia sengaja mendesain perkemahan ini menjadi bagian dari misi pengenalan kebhinnekaan. Salah satunya dengan penempatan peserta yang tidak berbasis asal kontingen akan tetapi berdasarkan  kelompok  yang membaur. Sehingga ada komunikasi dan tukar pengalaman antar peserta yang berasal dari beragam daerah. 

“Dengan membaurkan peserta dari pelbagai daerah dalam satu tenda akan menumbuhkan rasa saling mengenal dan menghargai perbedaan,” tandasnya.

Kemah Rohis dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada 6 November 2018. Kemah ini diikuti lebih seribu siswa SMA/SMK utusan 34 provinsi di Indonesia. 

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU