Kominfo Ciptakan Pemuda Gladiator Dunia Siber Indonesia

  • Nasional
  • 11 Nov 2018 | 00:57 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 102 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / Jakarta, Kominfo – Kebutuhan sumberdaya manusia yang mumpuni dalam menangani serangan siber mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika menjaring bakat generasi muda menjadi gladiator, cikal bakal punggawa jaringan siber Indonesia untuk semua sektor. Kini Indonesia memiliki 100 orang gladiator yang lolos dalam Digicamp Born To Protect 2018.

“Dari tahun lalu, Kominfo berpikir siapa yang mau menangani serangan ini? Kami berpikir anak-anak muda yang mau fight, maka namanya gladiator. Kita cari, kita biayai,” kata Menteri Kominfo Rudiantara dalam Penutupan Digicamp Born To Protect 2018 di Auditorium Anantakupa, Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (05/10/2018).

Program Born to Protect, menurut Rudiantara dilatari pemikiran untuk menyiapkan sumberdaya manusia untuk memproteksi negara Indonesia dari serangan terhadap jaringan siber. Adapun untuk menyeleksi talenta terbaik, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan PT Xynexis.

“Dari 1000 yang sudah disertifikasi kemudian yang terpilih 100, mereka yang diharapkan menjadi cikal bakal sumber daya manusia Indonesia yang akan berkembang terus yang akan memproteksi negara kita baik dari sisi pemerintahan, baik dari sisi korporasi, swasta, perguruan tinggi, LSM, CSO, organisasi manapun yang mempunyai potensi diserang atau diattack melalui jaringan sibernya," papar Rudiantara.

Menteri Kominfo mengatakan secara global, terjadi serangan dalam jaringan siber diatas sepuluh juta. "Permasalahannya Indonesia selalu menjadi target besar. Serangan itu bisa hack, bisa DDOS. Bersyukur kita punya institusi BSSN artinya kita bersyukur secara regulasi kita punya organisasi yang membuat hidup kita lebih tenang dalam konteks potential cyber threat,” tuturnya.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU