Penonton Terpukau Kolaborasi Musik Tradisional Indonesia-Brunei Darussalam

  • Nasional
  • 17 Okt 2018 | 16:23 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 103 kali
image
foto: beritajowo.com/dok

beritajowo.com / Bandar Seri Begawan - Hujan di sepanjang malam Senin (14/10), tidak menyurutkan minat lebih dari 200 warga Brunei untuk menghadiri persembahan musik tradisional Indonesia (gamelan dan angklung) dan Brunei (gulintangan) di Aula KBRI Bandar Seri Begawan. Para penonton terpukau dengan persembahan yang dibawakan oleh para pemuda kedua negara hasil pelatihan Bengkel Irama Tradisi Indonesia-Brunei pada 6-7 Oktober 2018.

Pertunjukan selama dua jam tersebut menampilkan lagu-lagu tradisional kedua negara seperti Bengawan Solo, Suwe Ora Jamu dan Gambang Suling, lagu khas Brunei seperti Kayum O Ya Kayum dan Adai-Adai serta acara puncak yaitu persembahan kolaborasi tiga alat musik yang membawakan lagu Dang Mengalai dari Brunei.

“Kita harap bengkel dan pertunjukan ini dapat terus mempererat persaudaraan antar pemuda kedua negara sesuai nilai kebersamaan yang dalam gamelan dan angklung,” ucap Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko dalam pidato pembukaan.  Ditegaskannya, sebagai bangsa serumpun, para generasi mudanya memiliki kewajiban untuk memelihara budaya yang dimilikinya dan dikembangkan bersama menjadi sebuah kekayaan bangsa.

Hadir sebagai Tamu Kehormatan, Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam, Aminuddin Ihsan, yang menyatakan terkesan atas penampilan para peserta workshop dan mengundang para pelatih gamelan dan angklung untuk kembali ke Brunei untuk pertunjukan berikutnya.

Bengkel Irama dan persembahan musik tradisional adalah hasil kerja sama antara KBRI, Kris Karmila Kreations Co. serta Kementerian Kebudayaan, Belia dan Sukan (Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga) Brunei Darussalam dan bertujuan untuk memperkenalkan instrumen gamelan, angklung dan gulintangan di kalangan muda kedua negara.

Bengkel yang pertama kali diadakan di Brunei tersebut diikuti oleh 41 pelajar dan mahasiswa Brunei serta mahasiswa Indonesia di Brunei. Selain mempelajari gamelan dan angklung, partisipan juga memainkan gulintangan, instrumen tradisional Brunei yang memiliki banyak kesamaan dengan instrumen talempong Minang. 

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU