Konsultasi Bilateral Pertama RI-Palestina: Indonesia Berkomitmen beri Bantuan Konkret bagi Palestina

  • Nasional
  • 17 Okt 2018 | 15:14 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 97 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / Jakarta - Indonesia berkomitmen untuk memberikan bantuan lebih dari 110 milyar rupiah atau USD 7 Juta untuk mendukung Palestina. “Ini kontribusi konkret satu kesatuan Indonesia, baik dari masyarakat maupun pemerintah, untuk Palestina,” tegas Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, saat pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Malki, setelah pertemuan konsultasi bilateral Pertama kedua negara, di Jakarta (16/10). Bantuan tersebut disahkan dengan penandatanganan MoU antar pihak terkait yang disaksikan kedua Menlu.

Sebagai bagian dari total bantuan tersebut, Indonesia akan meningkatkan kontribusi secara signifikan kepada United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dari USD 200 ribu menjadi USD 2 Juta untuk 2019 - 2020.  

Sementara bantuan masyarakat Indonesia ke Palestina mencapai nilai 2,92 juta dollar dan 2 ribu ton beras. Salah satu bantuan diberikan oleh filantropis Indonesia Tahir foundation senilai sekitar USD 1,3 juta bagi UNRWA. Badan Zakat Nasional (Baznas) juga akan memberikan bantuan dana kepada UNRWA dan Jordan Hashemite Charity Organization untuk Pengungsi Palestina. MUI saat ini tengah dalam tahap membahas rencana pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron. 

Total bantuan tersebut juga akan mencangkup bidang peningkatan kapasitas. Pemerintah Indonesia akan memberikan kontribusi untuk kerja sama capacity building sebesar USD 2 juta untuk masa tiga tahun ke depan, termasuk dalam kerangka CEAPAD (Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development). “Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga Palestina dan bagi kemandirian Palestina yang merdeka,” ujar Menlu RI.

Pada tahun 2019, Indonesia akan melatih 90 aparat dan warga Palestina di bidang pemberdayaan perempuan, good governance, dan budidaya buah-buahan tropis, bidang pengawasan obat dan makanan serta pelatihan penerbangan dengan sertifikat Commercial Pilot License (CPL) di sekolah penerbang Indonesia. Forum Rektor dan UNPAD juga akan memberikan beasiswa bagi pelajar dan Mahasiswa Palestina sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk mempersiapkan generasi muda Palestina.  

Sejak tahun 2008, Indonesia telah melatih 1.887 aparat dan warga Palestina yang mencakup 171 bidang keahlian, termasuk bidang pemerintahan, penegakan hukum, pengawasan obat dan makanan, dan berbagai bidang teknis lainnya. 

Konsultasi Bilateral pertama RI – Palestina ini dipimpin oleh Menlu RI bersama Menlu Palestina untuk menjadi wadah guna menerjemahkan hubungan baik kedua negara menjadi kerja sama konkret dan bantuan nyata. Kedua Menlu juga telah​​menandatangani nota kesepahaman mengenai Pembentukan Komisi Bersama yang akan menjadi forum pembahasan untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang teknis. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua Menlu sepakat untuk memperkuat kerjasama di bidang perdagangan khususnya antar komunitas pelaku usaha melalui pembentukan Indonesia-Palestina business Council. Menlu Palestina menyampaikan penghargaan atas kebijakan bebas tarif Indonesia bagi produk Palestina sejak tahun 2018 mengingat sektor Perdagangan adalah salah satu faktor terpenting untuk kemandirian Palestina yang merdeka. 

Konsultasi Bilateral Pertama Indonesia-Palestina adalah salah satu agenda utama dalam rangkaian Solidarity week for Palestine dari tanggal 13-17 Oktober 2018. Selama rangkaian kegiatan tersebut, Menlu RI bersama Menlu Palestina telah meresmikan Palestine Walk di Bandung (13/10) dan Walk for Peace and Humanity (14/10). Menlu Palestina juga telah melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden RI (16/10), berkunjung ke program pelatihan pengawasan obat dan makanan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan memberikan kuliah umum di Bandung dan Jakarta.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU