Monsinyur  Antonius  Bunjamin Pimpin Salve Agung menjelang Tahbisan Uskup Purwokerto

  • Regional
  • 17 Okt 2018 | 01:24 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 145 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / Purwokerto (Kemenag) --- Gereja Katedral Kristus Raja, Purwokerto, menggelar Salve Agung pada Senin,  15 Oktober 2018. Acara ini mengawali rangkaian Tahbisan Uskup Keuskupan Purwokerto, Mgr. Cristophorus Tri Harsono yang dilaksanakan hari ini, Selasa (16/10).

Salve Agung, dalam tradisi Katolik adalah perayaan pemberkatan insignia yang merupakan perlengkapan yang akan digunakan oleh Uskup selama menjabat di keuskupannya. 

Inti dari Salve Agung adalah pengikraran kesetiaan kepada Paus dan pengakuan iman Uskup. Pada Salve Agung ini, Uskup terpilih akan mengucapkan janji setia kepada Paus. Setelah itu pemimpin Salve akan memberkati insignia (atribut penanda uskup) yang akan dipakai oleh Uskup baru dalam tugas penggembalaan. Atribut itu diantaranya mitra, cincin, tongkat, dan kalung salib.

Salve Agung dipimpin Uskup Bandung, Monsinyur Antonius Subianto Bunjamin. Dalam homilinya (khotbah-red), Monsinyur Antonius menekankan iman akan Allah dan komitmennya kepada gereja, itulah yang membuat Uskup terpilih menerima kehendak Tuhan. Jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Ini sejalan dengan visi pastoral yang menjadi pilihannya, yakni Viat Voluntas Tua, yang artinya “Biarlah Dilakukan,” atau “Terjadilah Menurut Kehendak-Mu.”

Menerima panggilan sebagai Uskup, bukanlah hal mudah, tetapi ketaatan akan Tuhan untuk menjadi teladan bagi umat menjadikan Uskup Cristophorus Tri Harsono diteguhkan dan menerima kehendak Tuhan.

“Ia menemukan peneguhan dalam Surat Petrus, hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawananmu,” ungkap Monsinyur Antonius.

Di akhir homilinya, Monsinyur Antonius mengajak umat Keuskupan Purwokerto untuk menjadi teladan dan mengembangkan satu sama lain. Dan kepada Monsinyur Tri Harsono, ia berpesan untuk menjadi Gembala Gereja Keuskupan Purwokerto yang bersinarkan kesucian dan berhiaskan kemuliaan, membimbing dan mencintai Gerejanya, serta mengantar semua orang kepada Allah.

Tahbisan Uskup, adalah perayaan iman Katolik yang sangat mulia; perayaan sakramental. Seorang Uskup akan menjadi gembala bagi umat di wilayah keuskupannya. Seorang Uskup dipilih oleh Paus. Pentahbisan Uskup merupakan kegenapan Sakramen Imamat, melanjutkan karya para rasul untuk mengajar, menguduskan dan menuntun umat gereja kepada Allah.

Hadir pada Salve Agung, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Piero Pioppo, Uskup se-Indonesia, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi bersama Ibu Susana Binsasi Sarumaha, Penyelenggara Katolik Kankemenag Kabupaten Banyumas, umat Katolik Keuskupan Purwokerto dan sekitarnya, serta rohaniwan/wati.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU