Kemenag Bantu Tangani Korban Kebakaran Asrama Mahasiswi Penghafal Alquran IIQ

  • Nasional
  • 14 Okt 2018 | 06:52 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 94 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / Cinangka (Kemenag) --- Kebakaran terjadi di asrama mahasiswi Pesantren Tahassus Institut Ilmu Al Quran (IIQ) pada Jumat (12/10) sore. 

Tim tanggap darurat Kementerian Agama yang baru pulang meninjau korban terdampak gempa Palu, langsuang ke tempat kejadian. Tim ini dipimpin Staf Ahli Menteri Agama,  Oman Fathurahman dan Kepala Biro Umum Syafrizal.

Kedatangan tim ini untuk melakukan identifikasi korban,  sekaligus melakukan langkah tanggap darurat.

"Tidak ada korban jiwa. Ada dua orang luka ringan dan dirawat di Rumah sakit Gaplek," terang Syafrizal.

"Kerusakan gedung yang terbakar mencapai 60%," sambungnya. 

Menurut Syafrizal, dari hasil identifikasi,  jumlah korban terdampak mencapai 238 mahasiswi.  Kondisinya,  semua barang mereka ikut terbakar, antara lain: pakaian, ijazah, laptop dan barang berharga lainnya. 

Sebanyak 80 mahasiswi,  lanjut Syafrizal, sudah dievakuasi ke Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah Ciputat. Sementara sebagian lainnya, menginap di rumah alumni.

"Saat ini yang paling dibutuhkan antara lain: makanan, mukena, jilbab, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya bagi kaum perempuan," tutur Syafrizal.

Kementerian Agama menurut Syafrizal sudah melakukan langkah tanggap darurat. Sebagai moda evakuasi,  Kemenag menyiapkan emat unit bus. Kemenag juga mengirim dan menyiapkan makanan bagi korban terdampak. 

"Kemenag juga memberikan bantuan kepada 238 korban terdampak, masing-masing satu juta rupiah," ujarnya. 

"Kemenag juga telah menyewa kamar di Syahida Inn untuk mahasiswi. Juga menyiapkan mukenah dan kebutuhan lainnya bagi perempuan," tandasnya.

Syafrizal menambahkan,  Kemenag telah membentuk tim tanggap darurat bagi penanganan korban terdampak bencana,  baik itu gempa,  tsunami,  kebakaran, dan lainnya. Tim ini bertugas membantu korban terdampak. Tim sudah bertugas saat di Lombok,  NTB,  dan Palu-Donggala,  Sulteng. 

"IIQ bagian dari stakeholders Kemenag, dan sudah seharusnya Kemenag membantu," tandasnya.

Kesigapan tim Kemenag mendapat apresiasi dari Rully Chairul Azwar selaku Ketua Yayasan IIQ yang juga pimpinan salah satu fraksi di DPR.

Institut Ilmu Al Quran (IIQ) merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menggabungkan sistem pendidikan pesantren dan perguruan tinggi dengan orientasi mencetak ulama wanita yang hafal Al-Qur’an, intelek, berwawasan luas dan ahli di bidang Ulumul Qur’an.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU