Luncurkan Saka Milenial untuk Lawan Hoaks

  • Regional
  • 13 Okt 2018 | 15:55 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 142 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / Surakarta – Kwartir Daerah Jawa Tengah bakal meluncurkan Satuan Karya (Saka) Milenial dalam Musyawarah Daerah ke XII di Solo yang berlangsung 12 – 13 Oktober 2018. Keberadaan Saka Milenial menjadi penting sebagai akselerasi gerakan Pramuka ke ranah teknologi informasi.

Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabida) Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengatakan ide kelahiran Saka Milenial bermula dari kekhawatirannya terhadap hoaks yang semakin liar. Saat peringatan Hari Pramuka di Tegal, dia mengutarakan jika perlawanan terhadap hoaks harus disengkuyung berbagai pihak, tidak terkecuali Pramuka.

“Itu bagian dari yang diusulkan oleh komunitas. Komunitas itu ternyata mereka adalah aktivis medsos. Lalu mereka menyampaikan, pak boleh tidak saya bikin Saka baru? Boleh,” kata Ganjar di sela-sela Musda Kwarda Jateng di Surakarta, Jumat (12/10/2018).

Saka merupakan kependekan dari Satuan Karya, untuk mengembangkan bakat dan pengalaman Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam praktiknya, Satuan Karya diperuntukkan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, atau para pemuda usia antara 16-25 tahun dengan syarat khusus. Obrolan pun berlanjut pada persoalan nama Saka baru yang bakal fokus menggarap dunia maya ini.

“Dia menyampaikan, kalau saya kasih nama Saka Milenial bagaimana? Sakarepmu,” ungkapnya.

Apapun namanya, imbuh pria yang juga Gubernur Jawa Tengah, peluncuran Saka Milenial ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Dia meminta pada komunitas tersebut agar melakukan koordinasi agar persiapan bisa dirembuk dan disiapkan.

“Mereka (Saka Milenial) siap bantu. Melawan hoaks, membuat sistem, bagaimana beradaptasi dengan teknologi informasi. Termasuk tadi disampaikan, menyampaikan aktivitas untuk berbagi agar bisa saling belajar,” jelas Ganjar.

Selain itu terkait struktural, mantan anggota DPR RI ini meminta keberadaan tim kreatif dan inovatif. Strukturnya lebih efektif jika dibuat melingkar, tidak ke bawah dengan ketua berada di tengah.

“Pramuka dengan Saka yang dimiliki, merupakan potensi yang luar biasa. Semua ada dan bisa, maka manfaatkan,” tegasnya.

Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Prof Dr Ir S Budi Prayitno MSc menambahkan, keberadaan Saka Milenial bakal dilahirkan dalam Musda Kwarda Jateng XII ini. “Di musda ini akan diputuskan,” tuturnya.

Sementara itu, Rois Khasani Almahgi, dari SMA 1 Mojotengah Wonosobo yang meraih Pramuka Peduli Award menilai pentingnya keberadaan Saka Milenial. Bagaimana pun pramuka dituntut menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Dan ini sangat dibutuhkan di masyarakat, terutama di kalangan remaja agar bermedsos dengan bijak. Gerakan ini akan sangat tepat jika dilakukan oleh Pramuka,” katanya.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU