NU Getol Berdayakan Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan

  • Regional
  • 24 Sep 2018 | 08:12 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 94 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / WONOSOBO - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Wonosobo bersama lembaga otonom NU lain terus getol melakukan pemberdayaan warga nahdliyin di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan pengkaderan. PCNU tengah merintis berdirinya Rumah Sakit NU (RSNU). Saat ini di Wonosobo, telah berdiri Klinik Pratama Nailus Syifa' di Kertek, Klinik Pratama Rawat Inap Mabarot NU Tieng Kejajar dan Klinik Pratama As Syifa' Jawar Mojotengah Wonosobo.

Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo, Arifin Shidiq menyebutkan, NU mempunyai asset lembaga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif (LP Ma'arif) yang luar biasa. Saat ini NU juga tengah getol menggerakkan ekonomi melalui program KOIN, yakni pengumpulan dana melalui warga NU dari rumah ke rumah. "PCNU termasuk PC Fatayat NU dan PC Muslimat NU terus melakukan pemberdayaan warga nahdliyin di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan  dan pengkaderan," ujarnya.

Pandangan itu disampaikan di sela kegiatan "Pekan Sosial Muslimat NU, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1440 H dan Hari Santri 2018" yang digelar PC Fatayat dan PC Muslimat Wonosobo di Komplek Panti Asuhan Darul Hadlonah Karangluhur Kelurahan Kalianget Kecamatan Wonosobo, Minggu (23/9) kemarin. PCNU juga giat melakukan pengkaderan melalui Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU).

Hal itu untuk mencetak kader-kader NU berkarakter di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Kecamatan Pengurus Ranting (PR) NU dan Badan Otonom (Banom) NU di desa-desa. "Selain itu, NU juga tengah merintis berdirinya RSNU. Untuk saat ini di Wonosobo telah berdiri Klinik Pratama Nailus Syifa' di Kertek, Klinik Pratama Rawat Inap Mabarot NU Tieng Kejajar dan Klinik Pratama As Syifa' Jawar Mojotengah Wonosobo," beber dia. 

Ketua Panitia Pekan Sosial Muslimat NU, Peringatan Tahun Hijriyah dan Hari Santri, Ruqoyah Muchottob Hamzah, melaporkan dalam pekan santunan tersebut ada sekitar 450 anak yatim piatu dari PA Darul Hadlonah yang menerima santunan. Dana santunan tersebut berasal dari sedekah tokoh dan warga NU di Wonosobo. Pihaknya berharap bantuan dalam bentuk uang tersebut bisa bermanfaat bagi para penerima santunan.

Sementara itu, Kiai Sudani yang mengisi pengajian dalam acara tersebut mengatakan, tiga amal yang tidak akan putus sampai akhirat, yakni amal jariyah, anak sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Karena itu, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Negeri 3 Kejajar Wonosobo itu mengajak semua jamaah untuk rajin bersedekah dan mendidik anaknya dengan ilmu agama Islam yang kuat di pesantren atau di madrasah diniyah (madin). 

Apalagi saat ini, NU Wonosobo sedang berjuang mendirikan rumah sakit, oleh karena itu, warga NU diharapkan membantu dengan sedekah agar RSNU di Wonosobo cepat berdiri.  "Sedekah, anak sholeh dan ilmu bermanfaat itulah yang bisa menyelamatkan ummat diakherat", ujarnya dihadapan ribuan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU yang hadir dalam Pekan Sosial Muslimat NU, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1440 H dan Hari Santri 2018".          

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kabag Kesra) Setda Wonosobo, Tarjo menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo sangat mendukung setiap program yang dilakukan PC NU Wonosobo, terutama dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). "Saya mewakili Bupati Eko Purnomo yang berhalangan hadir, sangat mendukung program-program yang dilakukan elemen NU seperti ini," aku dia.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU