Seringlah Unggah Foto Senyum Bersama Lawan Politik

  • Nasional
  • 24 Sep 2018 | 04:05 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 114 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / Semarang – Menandai dimulainya tahapan kampanye Pemilu 2019 yang berlangsung mulai 23 September 2018 hingga 14 April 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Polda Jawa Tengah menyelenggarakan Deklarasi Kampanye Damai Serentak Pemilu 2019 di Lapangan Pancasila (Simpanglima) Semarang, Minggu (23/9) pagi. Deklarasi itu tidak hanya dilakukan di Jawa Tengah, melainkan serentak di seluruh Indonesia.

Deklarasi dihadiri Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, perwakilan peserta pemilu mulai dari calon legislatif DPR RI, DPRD Jateng hingga DPD RI, serta para perwakilan dari partai politik. Turut hadir pula masyarakat, jajaran TNI/Polri, para pelajar, Banser, Hingga pengemudi ojek online yang mendukung terselenggaranya kampanye damai Pemilu 2019 di Jateng.

 

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan deklarasi itu digelar agar selama masa kampanye yang berdurasi kurang lebih 6,5 bulan, peserta pemilu, masyarakat dan juga penyelenggara pemilu bisa merawat keutuhan NKRI. Yakni dengan mengedepankan etika, sopan santun, dan tidak menyinggung perasaan peserta pemilu lainnya maupun masyarakat, saat menyampaikan visi, misi dan program peserta pemilu.

“Persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa yang dibangun dari keberagaman suku, agama, ras, dan berbagai golongan di tengah-tengah masyarakat, harus senantiasa kita rawat, kita jaga, dan kita pertahankan sampai kapan pun. Untuk itu, dalam pelaksanaan kegiatan kampanye ini mari kita senantiasa mengedepankan etika, sopan santun, baik dalam mengemukakan visi misi dan program serta mengkritisi visi misi dan program bagi peserta pemilu yang lain,” katanya.

Dalam deklarasi tersebut peserta pemilu berikrar menjaga semangat integritas, persatuan dan kesatuan, serta bertekad menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Jateng. Antara lain melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, tanpa politik SARA, tanpa politik uang, serta melaksanakan kampanye sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Joko menekankan, selama kampanye, alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye difasilitasi oleh KPU, bukan perorangan. Dalam melaksanakan kampanye pun peserta pemilu harus memberitahu penyelenggara pemilu atau aparat keamanan, guna menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, penempatan APK tidak boleh di tempat yang tidak dilarang menurut Perda, Pergub, Perbup, atau Perwalkot masing-masing daerah.

“Kalau memasang APK di rumah sendiri tidak masalah karena itu rumah sendiri. Dan saat ini untuk branding mobil juga dibolehkan, jadi masing-masing calon boleh mem-brandingpada mobil secara pribadi,” ujarnya.

Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya meminta agar dalam pelaksanaan kampanye nanti para peserta pemilu bisa menampilkan ide-ide yang membangun dan bisa menyelesaikan masalah, dengan penggunaan diksi yang menarik dan memikat. Dengan begitu bisa menjaga perasaan lawan politiknya. Sehingga kampanye Pemilu 2019 bisa berlangsung damai, aman, dan sejuk.

“Yang sejuk itu, yang selalu menyampaikan pikiran-pikiran yang membangun, pikiran-pikiran yang konstruktif, ide-ide brilian dan problem solving. Yang ngaco itu kalau teriaknya lantang, sudah begitu menembak individu pribadinya, menjelek-jelekan. Tentu itu tidak baik,” katanya.

Ganjar juga menyarankan kepada para peserta pemilu untuk lebih sering berfoto dengan lawan politiknya dalam kontestasi Pemilu 2019. Tentunya dengan menampilkan wajah senyum, senang, saling berjabat tangan, yang kemudian di-upload ke jejaring sosial. Hal ini untuk meredam ujaran kebencian, fitnah dan hoaks saat berlangsungnya kampanye, yang mungkin dilakukan oleh para pendukung.

“Usul saya sering-seringlah foto dengan lawan politik, salaman terus di-upload. Tampilkan wajah segar, senyum dan senang agar itu bisa mereduksi keinginan-keinginan yang gondhok, yang gondhuk, yang pengen marah, menjadi teredam. Apapun contoh itu akan diikuti tergantung di atas,” tuturnya.

Sementara itu terkait keamanan, Kapolda Irjen Pol Condro Kirono menegaskan TNI/ Polri telah berkomitmen untuk bersikap netral. Pihaknya siap memberikan pelayanan serta pengamanan secara adil dan merata kepada semua pasangan calon legislatif maupun DPD RI, yang akan berkampanye di wilayah Jateng.

Dia berharap pelaksanaan kampanye bisa berlangsung aman dan sejuk, dengan menjunjung tinggi sopan santun dan etika ketimuran yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, khususnya Jateng. Sehingga nantinya akan didapat para wakil rakyat dan para pemimpin negeri yang sesuai harapan masyarakat.

“TNI/ Polri berkomitmen netral di setiap event kegiatan apapun dan senantiasa diikrarkan komitmen netralitas TNI dan Polri. Oleh karenanya, mari kita semua melaksanakan kampanye ini secara aman, sejuk, sopan santun dan menjunjung tinggi etika ketimuran kita,” pungkasnya.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU