Gubernur Ganjar Dijadwalkan Hadiri Khaul Ki Ageng Gringsing

  • Regional
  • 23 Sep 2018 | 07:40 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 139 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / GRINGSING - Gubernur Ganjar Pranowo dijadwalkan Minggu (23/9) pagi ini menghadiri haul Ke-28 ulama karismatik Gringsing Simbah Ki Ageng Gringsing dan Ke-22 Simbah Kiai Moch Mabrur, di pemakaman Desa/Kecamatan Gringsing.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara haul kali ini kedatangan Pemimpin Provinsi Jateng itu akan disambut dengan Prajurit ala Ki Ageng Gringsing pada zamannya.

''Simbah Ki Ageng Gringsing itu tidak hanya ulama, tapi juga prajurit, dan seniman. Salah satu hasil karya adalah batik Gringsingan, ''ujar Pink Maghfiroh,  putri KH Moh Mabrur Bin KH Abudullah Faqih keturunan garis ketujuh Ki Ageng Gringsing, ditemui seusai mengantarkan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Uting Kustantinah dan Kasi Kesenian Ratna Kencanawati ziarah di makam ulama besar itu, Jumat (21/9).

Kiai Gringsing berdakwah di wilayah Alas Roban, Gringsing, Batang sekitar tahun 1.600. Ulama yang konon nama aslinya Syeh Maulana Raden Abdullah Saleh Sungging itu berasal dari Gunung Jati, Cirebon.

''Simbah Ki Ageng Gringsing hasil karyanya batik tidak hanya dikenal di Batang saja. Namun, saat dakwah di Bali juga diajarkan pada warga setempat dan kampungnya diberi nama Pegringsingan, Desa Tengahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Alhamdulillah kami sudah melacak dan menemukan jejak Simbah saat dakwah di Pulau Dewata,''ujar Pink didampingi Ketua Panitia Haul Agus Jamaludin Kharis yang juga keturunan Ki Ageng Gringsing. 

Pink menambahkan, selain akan dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo, juga Bupati Wihaji. Disaming itu juga Habib Mohammad Firdaus Al Munawar, Habib Fauzi Al Munawar, Habib Hilmi Al Idrus, Habib Noval Al Jufri, serta KH Danial Royan. ''Kami mengundang masyarakat untuk menghadiri Haul Siimbah Kia Ageng Gringsing dan Ayahanda KH Moh Mabrur Minggu (23/9) mulai pukul 08.00,''tandas Pink. 

Bupati Wihaji menaruh perhatian serius, terhadap peninggalan budaya Ki Ageng Gringsing. Tari Batik Gringsing dan Simo Gringsing, dipentaskan pada Hari Jadi Batang dan HUT RI.

''Tari Batik Gringsing, diilhami dari keberadaan motif batik Gringsing mengandung filosofi keseimbangan, kemakmuran, dan kesuburan.  Dalam penampilannya penari wanita dirias cantik dan mengenakan kain batik motif Gringsing seperti sisik, buketan, moto ikan dan lainnya,''ujar Uting.

Adapun Tari Simo Gringsing terinspirasi dari cerita rakyat legenda tentang sosok Ki Ageng Gringsing. Ulama besar Alas Roban itu dikenal memiliki kesaktian seperti dapat berubah menjadi simo atau harimau.

''Serta memiliki ilmu kanuragan untuk menyadarkan para perampok, dan begal. Oleh Ki Ageng Gringsing diajari budi pekerti dalam agama Islam. Alhamdulillah Tari Prajurit ala Ki Ageng Gringsing, meraih juara harapan II Tingkat Jateng pada lomba tingkat Jateng,'' tandas Ratna.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU