Kimia Farma-Batan Hadirkan Pengganti Analgesik Narkotik Bagi Penderita Kanker Tulang

  • Nasional
  • 16 Sep 2018 | 13:35 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 146 kali
image
foto: Beritajowo.com

beritajowo.com / BANDUNG - BUMN Farmasi, Kimia Farma berkerjasama dengan Batan mengenalkan produk pengganti analgesik narkotik yang kerap digunakan dalam terapi paliatif bagi penderita kanker tulang.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma, Pujianto, produk radiofarmaka yang diberi nama T Bone KaeF itu mampu mereduksi rasa sakit penderita hingga 60-80 persen.

Pendekatan tersebut berimplikasi pada penghematan atas biaya pengobatan yang berulang meski pihaknya tak menampik bahwa produk tersebut mempunyai harga yang relatif tinggi.

Namun dia mengingatkan dibandingkan dengan penggunaan analgesik narkotik seperti morfin, T Bone KaeF mempunyai sejumlah keunggulan lain yang perlu dipertimbangkan.

Hal tersebut dikatakan Pujianto di sela-sela Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PIT PKNI) 2018 di Bandung, Sabtu (15/9).

"Kalau morfin memang sering dikasih, murah memang tapi jumlahnya kan banyak, kalau ini sekali pakai harganya memang lumayan tapi efektif khasiatnya, aman, dosisnya bisa 40 hari," katanya.

Hanya saja, Pujianto menyadari bahwa penggunaan T Bone KaeF itu tak sembarangan. RS yang mampu menyediakan pelayanan tersebut baru 4 buah yakni tiga berlokasi di Jakarta dan sisanya di Bandung.

Selain itu, pemakaiannya harus di bawah penanganan dokter spesialis kedokteran nuklir yang jumlahnya masih terbatas. Saat ini, keberadaan para ahli itu baru mencapai 41 orang.

"Makanya kita fokus dulu untuk dalam negeri, karena 4 RS itu yang punya alat-alatnya. Kita sendiri akan terus mengenalkan, karena kita ingin geser penggunaan morfin," katanya.

Deputi Kepala Batan Bidang Penggunaan Teknologi Nuklir, Hendig Winarno menambahkan bahwa T Bone Kaef atau Samarium 153 EDTMP merupakan hasil pengembangan yang dilakukan sejak 2008.

Produk tersebut diproyeksikan sebagai substitusi penggunaan morfin yang mempunyai khasiat harian bagi penderita yang mempunyai nyeri luar biasa seperti kanker tulang.

Dimorfin, katanya, redaan sakit pasien paling bertahan 1-2 hari atau satu minggu, sedangkan T Bone Kaef bisa bertahan sampai satu-dua bulan. 

Dengan hasil pengembangan yang positif dari produk anak bangsa itu, pihaknya menilai ada peluang ekspor yang bisa dimanfaatkan. "Persoalannya, radiofarmaka ini mempunyai waktu paruh 46-47 jam, ini problemnya, karena bisa sebabkan biaya tinggi," katanya.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU