Pameran Bersama di Musem Batik Pekalongan

  • Unikal dan Malaysia Berkolaburasi Pamerkan Mahakarya Batik 
  • Regional
  • 16 Sep 2018 | 13:11 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 160 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / PEKALONGAN - Mahasiswa Diploma Tiga Program Studi (Prodi) Teknologi Batik Universitas Pekalongan (Unikal) bersama Prodi Teknologi Seni Visual Fakultas Kemanusiaan Seni dan Warisan Universitas Malaysia Sabah, menggelar pameran batik bersama di Aula Museum Batik Pekalongan, Sabtu (15/9). Pameran bertajuk Joint Exhibition

Mode & Art Batik Inspiratif tersebut dipamerkan dua belas mahakarya batik mahasiswa Teknologi Batik Unikal dan lima belas batik karya mahasiswa asal Malaysia. Pameran sendiri menghadirkan pakar batik, pemerhati batik, paguyuban batik, pelaku kampung batik. Mereka sekaligus memberikan masukan maupun kritikan terkait hasil karya batik mahasiswa dari ke dua negara tersebut.

Menurut Kepala Prodi Teknologi Batik Unikal Muhtadin, pameran bersama merupakan puncak acara dari program belajar batik mahasiswa Universitas Malaysia Sabah di Prodi Teknologi Batik Unikal yang berlangsung selama tiga bulan, sejak Juni lalu. 

Kemudian, bekerjasama dengan Museum Batik Pekalongan, sehingga pameran dimaksud dapat terselenggara. Dan didukung oleh Kantor Internasional Office Unikal. "Kegiatan ini juga sebagai bagian dari Internasional Program yang digalakan selama 

dua tahun terakhir ini oleh Unikal," terang Muhtadin, kepada suaramerdeka.com

disela-sela pameran, Sabtu (15/9). 

Dijelaskan, dalam program dimaksud, ada empat mahasiswa dari Negeri Jiran yang belajar batik di Prodi Teknologi Batik Unikal. Muhtadin menambahkan, sebelumnya juga telah digelar beberapa pameran batik yang sama. 

Beberapa bulan yang lalu, digelar pameran batik bersama antara mahasiswa Prodi Teknologi Batik dengan Universitas Malaysia Kalantang di Galeri Batik Unikal. Kemudian, pameran bersama dengan Universitas Brune Darussalam. Ketika 

disinggung bagaimana eksistensi batik Indonesia ke depan, sementara negara luar sudah belajar batik. Dikatakan, dari segi 

keilmuan pada prinsipnya siapa saja bisa belajar batik. Tetapi, dalam kontek dimaksud, bagaimana menunjukan kepada dunia 

terkait batik Indonesia. "Kita sampaikan, bahwa membuat batik sebagai warisan budaya itu tidak lah mudah. Kemudian, 

ketika mereka yang belajar batik Indonesia, diharapkan dapat menguatkan branded

batik itu ya dari Indonesia. Otomatis mereka menjadi corong di negaranya masing-masing, bagaimana bicara batik iya dari Indonesia," tegasnya. Apalagi, lanjut dia, batik sudah ditetapkan oleh Unesco sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. 

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU