Kemeriahan Hijrah di Perguruan Nasima

  • Regional
  • 16 Sep 2018 | 11:42 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 84 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / semarang - AWAL Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440H diperingati secara meriah di Perguruan Nasima Semarang, belum lama ini. Semua murid dan guru sekolah Nasima hadir di sekolah pada pukul 07.00-11.00 WIB. Peserta didik TK, SD, SMP, dan SMA Nasima berkegiatan dalam rangka peringatan tahun baru hijriyyah di lokal sekolah masing-masing.

TK Nasima di Jalan Puspanjolo Tengah Raya 69, SD Nasima di Jalan Puspanjolo Selatan 53, SMP Nasima di Jalan Trilomba Juang 1, dan SMA Nasima di Jalan Yos Sudarso 17 Arteri Utara. Dengan berbusana muslim bebas mereka antusias ke sekolah meski mayoritas sekolah  lain libur tanggal merah.

“Sebagai pendidikan karakter, Sekolah Nasima selalu mengadakan peringatan hari besar Islam tepat pada harinya meski di kalender ditulis libur. Kami tidak ingin anak-anak latah mengisi libur hari besar keagamaan dengan bermain gadget, jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Peserta didik kami ajak untuk mengetahui, memahami, dan merasakan suatu peristiwa besar pada waktu yang sama sebagaimana terjadi pada ratusan tahun yang lalu. Internalisasi nilai-nilai suatu peristiwa bersejarah Insya Allah lebih efektif,” kata Ilyas Johari, Kepala SMA Nasima saat membuka kegiatan Peringatan Tahun Baru Hijriyyah 1440 di Masjid Baitul Masykur SMA Nasima.

Kegiatan Bermakna

OSIS SMA Nasima menyelenggarakan berbagai kegiatan bermakna untuk mensyukuri datangnya tahun baru 1440 H.  Mereka mengadakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari salat doa dan mujahadah, tausiah, lomba tartil dan tahfizh Alquran, lomba nasyid salawat, serta lomba cerdas cermat (LCC) “Ranking 1 Wawasan Keislaman”.

Tausiah disampaikan Prof Dr KH Amin Syukur MA, guru besar UIN Walisongo yang sekaligus menjadi Pembina YPI Nasima.

Dalam tausiahnya Prof Amin mengajak generasi muda berintrospeksi dan segera berhijrah menjadi insan yang lebih baik dalam iman, akhlak, dan prestasi. “Jangan latah mengikuti jargon sesat, mumpung masih muda kita foya-foya. Ingat, yang namanya ajal itu bisa datang kapan saja termasuk ketika masih muda. Mari kita wujudkan syukur atas segala nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya dengan beribadah dan berakhlak yang baik.

Introspeksilah dan memintalah ampun atas segala dosa-dosa kita. Tak usah menunggu tua untuk bertobat, beribadah, dan berakhlak mulia,” kata Amin Syukur.

Peringatan tahun baru hijriyah di TK Nasima diisi dengan kegiatan doa bersama dan dongeng. Setelah menyanyi Indonesia Raya anak-anak usia dini Nasima memanjatkan doa awal tahun, doa untuk orang tua, dan doa keselamatan dunia akhirat. Puncak kegiatannya adalah menyimak dongeng Kak Kus bertema “Tahun Baru Semangat Baru”.

Di SD Nasima, setelah mujahadah dan doa bersama anak-anak menyimak kisah sejarah peristiwa-peristiwa besar di seputar bulan Muharram oleh Ustadz Muhammad Amin Al Hafiz.

Anak-anak juga diajak mengenal pembuatan bubur syura lalu menikmatinya. Pada akhir kegiatan anak-anak membuat pembatas buku kreatif bersama wali kelas masing-masing untuk memotivasi budaya literasi peserta didik. Sedangkan di SMP Nasima, peserta didik melakukan salat dzuha, salat tasbih, mujahadah, dan doa bersama. Setelah itu peserta didik menyimak tausiah dari Ustaz M Ali Makruf.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU