Ulama Diminta Sering Isi Materi di Kampus, untuk Segarkan Ritual Civitas Akademik

  • Regional
  • 16 Sep 2018 | 11:13 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 105 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / DEMAK - Para kiai dan alim ulama diminta lebih aktif dan sering menyambangi kampus-kampus perguruan tinggi untuk berdialog dan berdiskusi dengan mahasiswa dan para dosen berbicara persoalan aktual yang dihadapi umat.

''Akibat kampus cenderung menutup diri dari lingkungan luar, para kiai dan alim ulama jangan berinteraksi dengan mereka apa yang terjadi sekarang? Sebagian masjid-masjid kampus dan perguruan tinggi dijadikan basis penyebaran ajaran radikal yang membahayakan bangsa dan negara,'' kata KHM Hanif Muslih Lc, pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak, kemarin.

Dia menegaskan hal itu usai melakukan pertemuan silaturahmi dengan sejumlah kiai dan ulama Indonesia alumni Madinah dan Timur Tengah di pesantren tersebut.

''Dulu sewaktu masih kuliah di Madinah kami sering bertemu dalam wadah Majelis Silaturahmi Alumni Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (MASKAN). Tapi sudah puluhan tahun setelah kami kembali ke Tanah Air tidak pernah bertemu lagi karena kesibukan masing-masing,'' katanya.

Dalam waktu dekat pihaknya merencanakan untuk menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) Multaqa Alim Ulama dengan cakupan yang lebih besar.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil dipimpin KH Basyir Muhtar Lc. Kemudian dilanjutkan curah pendapat dimulai KH Hanief Ismail Lc, KH Maemun Aly MA Banten, Dr  KHM Lutfi Zuhdi dosen Pascasarjana UI, KH Zamakhsyari Lc dari Jabar dan lain-lain.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU