Perusahaan Jepang Beri Jatah Cuti Bagi Pegawai Tidak Merokok

  • Internasional
  • 08 Nov 2017 | 16:04 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 112 kali
image
foto. (istimewa)

TOKYO, beritajowo.com?- Anda perokok aktif? Anda ingin cuti tambahan atau libur panjang karena penat bekerja? Piala, perusahaan di bidang pemasaran yang berada di Tokyo, Jepang, menerapkan aturan baru.

Perusahan tersebut memberikan jatah hari libur tambahan atau cuti bagi pegawainya yang tidak merokok. Seperti dilansir dari Associated Press, juru bicara perusahaan Hirotaka Matsushima mengatakan bahwa perusahaan tersebut menawarkan enam hari libur tambahan dalam setahun, Kamis (2/11).

Aturan tersebut sudah berlaku sejak September lalu."Jika mereka menepati janjinya untuk tidak merokok sepanjang tahun, mereka akan diberikan enam hari libur tambahan," kata Matsushima.

Dikutip dari The Telegraph CEO dari Piala.Inc, aturan itu berawal dari adanya keluhan dari karyawan bukan perokok, mereka melaporkan bahwa mereka bekerja lebih banyak daripada para pegawai yang merokok.

Kantor perusahaan tersebut berada di lantai 29 di distrik Ebisu di Tokyo, dibutuhkan setidaknya 15 menit bagi perokok untuk turun ke ruang merokok dan kembali lagi ke lantai 29.

Padahal tiap harinya pegawai perokok beberapa kali harus keluar untuk merokok dan meninggalkan pekerjaan mereka.
Dengan tidak memberikan penalti atau hukuman tetapi lebih memberikan insentif seperti ini, CEO Piala mengharapkan dapat mendorong pegawainya untuk berhenti merokok.

Hingga kini hampir 30 dari 120 pegawai Piala yang mengambil cuti tambahan tersebut.

Merokok masih menjadi kebiasaan masyarakat di Jepang. Sekitar 20 persen anak berusia di atas 20 tahun adalah perokok.
Gubernur Tokyo Yuriko Koike pun telah membuat undang-undang larangan merokok di tempat umum.

Hal ini bertujuan agar Tokyo, Jepang menjadi kawasan bebas asap rokok.Menurut WHO, 21,7 %?dari orang dewasa di Jepang adalah perokok, angka tersebut didominasi oleh para pria dan generasi yang lebih tua.

Saat ini beberapa perusahaan di Jepang juga sedang menggencarkan perlindungan bagi para pagawai mereka dari efek second-hand smoke.

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU