KPK Periksa Dirjen Kemenkeu Terkait Kasus Suap

  • Nasional
  • 21 Agu 2018 | 15:57 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 88 kali
image
foto(istimewa)

beritajowo.com // jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 yang menetapkan Irwandi Yusuf, Ahmadi, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri sebagai tersangka.

Kemarin, KPK memeriksa Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Kuangan (Kemenkeu), Astera Primanto Bhakti bersama empat saksi lainnya di Gedung KPK.

Astera diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap Irwandi Yusuf, terkait dengan pengalokasian dan penyaluran DOKA 2018. Keterangan itu disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya kepada Serambi, Senin (20/8).

“Info Kasus DOK Aceh, hari ini Senin 20 Agustus 2018, dilakukan pemeriksaan terhadap lima saksi untuk tersangka Irwandi Yusuf, salah satunya Astera Primanto Bhakti, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu. Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK di Jakarta,” tulis Febri dalam keterangannya.

Seperti biasa, Febri tak pernah membeberkan hasil pemeriksaan terhadap para saksi dalam kasus dugaan suap tersebut. Namun dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap Astera Primano Bhakti dilakukan terkait proses awal penganggaran dana otonomi khusus Aceh.

“Dalam pemeriksaan terhadap Dirjen Perimbangan Keuangan kali ini, KPK mendalami bagaimana regulasi dan proses awal penganggaran DOK Aceh ini,” katanya.

Selain Astera Primanto Bhakti, KPK juga memeriksa sejumlah saksi lainnya terhadap Irwandi. Mereka adalah T Yusrizal (PNS) dan tiga pihak swasta lainnya, yaitu Akbar Velayati, Sandy Irawab Saputra, dan Riski. 

Selain itu, penyidik KPK juga memeriksa tersangka Ahmadi, bupati Bener Meriah non-aktif. “Dalam kasus ini KPK mulai menelusuri dugaan aliran dana terkait proyek-proyek lainnya di Aceh,” lanjut Febri.

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa 60 pejabat dan unsur PNS dan swasta di lingkungan Pemerintah Aceh. Pemeriksaan dilakukan secara maraton sejak Senin-Kamis (13-16/8) di Dit Reskrimum Polda Aceh. Dalam rangkaian pemeriksaan saksi itu, KPK juga sempat menggeledah rumah salah seorang saksi dan kantor perusahaan konstruksi di Banda Aceh.

Setelah itu, ternyata, diam-diam KPK juga menggeledah rumah M Zaini Yusuf yang tak lain adalah adik kandung dari Irwandi Yusuf. Penggeledahan ini dilakukan penyidik KPK tanpa ada keterangan apapun dari Jubir KPK terkait itu.

Biasanya, Jubir KPK, Febri Diansyah selalu memberikan keterangan tertulisnya kepada awak media setiap kali ada penggeledahan dan pemeriksaan saksi.

Ditanyai Serambi kemarin, Febri membenarkannya. “Rumah adik Irwandi? Ya benar. Itu bagian dari kegiatan penyidik selama sekitar satu minggu di Sabang dan Banda Aceh,” ujar Febri. Ditanya apakah ada temuan-temuan dalam penggeledahan rumah adik Irwandi Yusuf tersebut, Febri Diansyah tak menjawabnya. 

img
BeJo@22
EDITOR

KABAR TERBARU