Gila, Balita 2,5 Tahun, Sehari Habiskan Dua Bungkus Rokok, Salah Siapa?

  • Nasional
  • 19 Agu 2018 | 10:26 WIB
  • Oleh KMC
  • Dilihat 106 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / jakarta – Misbahudin (36) dan Maryati (35) cuma bisa pasrah melihat kelakuan putranya, R (2,5). Di usianya yang masih balita, R sudah kecanduan rokok. Layaknya orang dewasa, tiap pagi R selalu minta jatah menyeruput kopi lengkap dengan batangan rokok.

Misbahudin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh perusahaan pekapuran dengan Maryati itu memiliki sebuah warung kecil di rumahnya.

Warungnya menjual berbagai jenis jajanan makanan ringan. Lokasi rumah sederhana ini terletak di sekitar perkebunan karet yang jarang penduduk.

Untuk mencapai lokasi tersebut harus melewati jalan berbatu sepanjang satu kilometer dari kantor desa setempat. Di rumah sederhana itulah Misbahudin merawat R, balita yang sudah kecanduan mengisap rokok.

Bila sehari saja tidak merokok, anak bungsu Misbahudin dengan Maryati warga Kecamatan Cibadak itu bisa mengamuk seharian.

Dalam sehari, R bisa menghabiskan belasan batang atau dua bungkus rokok. “Dalam sehari bisa habis dua bungkus rokok,” ungkap Maryati.

Bila anak bungsunya meminta rokok lalu tidak diberi, ia akan langsung marah dan mengamuk. Ia baru berhenti setelah diberi rokok.

Selain merokok, anak tersebut juga kecanduan kopi. “Ia suka ngopi tapi kopinya yang moccacino,” tuturnya. “Sudah rutin setiap pagi harus ada kopi sama rokok,” sambungnya.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini mulai diketahui merokok sekitar 1,5 bulan lalu. Saat itu anak lelaki satu-satunya tersebut meminta rokok.

“Sambil bawa-bawa puntung rokok, tiba-tiba minta rokok. Saat itu saya kaget sekali. Waktu itu terus minta rokok dan nggak dikasih tapi akhirnya marah-marah,” ucapnya.

Mengetahui anaknya terus kecanduan merokok dan ngopi, Maryati berharap kebiasaan orang dewasa yang diikuti anaknya bisa secepatnya berhenti.

Hanya saja Maryati mengaku tidak tahu bagaimana cara menghentikan kecanduan anaknya tersebut. “Ya ingin sekali anak saya bisa berhenti merokok dan ngopi tapi nggak tahu bagaimana caranya,” katanya.

Takut Paman

Meski kecanduan merokok, ternyata anak balita ini takut pada pamannya. Terlebih bila ketahuan sedang mengisap rokok langsung dimatikan atau dibuang dan kabur lalu bersembunyi.

“Kalau kelihatan sama saya, dia takut. Malah rokoknya dibuang dan langsung sembunyi,” kata pamannya, Epi Sumpena (38). “Saya juga sering melarang kalau pas melihat keponakan saya merokok,” sambungnya. 

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU