Gali Potensi  Desa di Tengaran, Mahasiswa KKN Undip Pamerkan Produk Unggulan Lokal

  • Regional
  • 13 Agu 2018 | 08:22 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 87 kali
image
foto: Beritajowo.com/dok

beritajowo.com / TENGARAN - Para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Semarang yang bertugas di wilayah Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang  menggali potensi desa yang ada di wilayah itu.  Hal itu terlihat saat mereka berpartisipasi dalam  penutupan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler tahun 2018 di Lapangan Desa Bonomerto Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang pekan lalu.   

Dalam acara yang dihadiri para pejabat TNI seperti Danrem 073/Makutrama, Kodim 0714/salatiga, rombongan Kodam IV/Diponegoro, para prajurit TNI, pejabat Pemprov Jateng, Pemkab Semarang, kecamatan , dan desa itu, tim KKN Undip menampilkan stan-stan untuk memamerkan produk unggulan di setiap desa. Masyarakat umum juga hadir memenuhi lapangan untuk mengunjungi stan-stan berbagai desa serta instansi, termasuk produk UMKM. Acara semakin meriah karena dihibur sebuah orkes dangdut. 

Koordinator Kecamatan Tengaran KKN Undip Puthut Bayu Seno  mengatakan, di wilayahnya ada sembilan desa dan semuanya ditampilkan dalam bazar itu.  Hal ini merupakan implementasi  program revolusi mental dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang bekerja sama dengan  tim KKN Undip di wilayah Tengaran. Potensi desa-desa yang ditampilkan itu masing-masing dari Desa Bener, Barukan, Karangduren, Patemon, Klero, Butuh, Tengaran, Cukil, dan Sruwen. 

"Secara umum, KKN kami bertugas melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Secara formal, KKN Undip memiliki dua tugas yaitu monodisiplin dan multidisiplin. Mono disiplin merupakan tugas individu, sedangkan multidisiplin yaitu tugas bersama seluruh kecamatan yang dalam hal ini difasilitasi Kemenko PMK," ucapnya. 

Ditambahkan dia, untuk tugas  monodisiplin misalnya, pendampingan masyarakat yang memiliki kolam ikan yang dilakukan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kemudian pendampingan UMKM yang dilakukan anak-anak dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ada lagi pendampingan hukum yang diberikan olah para mahasiswa Fakultas Hukum. Juga pendampingan teknik yang dilakukan mahasiswa Fakultas Teknik dan lainnya.

Ada pun program multidisiplin revolusi mental, lanjut Puthut, di antaranya pendampingan akta kelahiran, pendampingan 3S (senyum, sapa, salam) untuk pelayanan administrasi, pendampingan dana desa, pendampingan sistem informasi desa, dan pembuatan video revolusi mental.

"Selain itu, kami semua selalu siap siaga jika pihak desa dan masyarakat membutuhkan bantuan," tuturnya. 

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU