Tangani Autoimun, 150 Dokter Se-Jateng Harus Cekatan

  • Regional
  • 13 Agu 2018 | 07:51 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 104 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / SEMARANG - Dokter-dokter di Jawa Tengah didorong untuk cekatan dan memberikan penanganan yang baik pada penderita autoimun yang di antaranya penyakit lupus, dalam  Seminar Nasional yang diselenggarakan Laboraturium Klinik Prodia di Hotel Pesona Semarang, Sabtu (11/8).

Menurut data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, penyakit lupus di Indonesia sudah mencapai 0,5 persen dari total penduduk Indonesia. Di lain sisi, belum banyak dokter ahli penyakit autoimun di Indonesia. Untuk itu 150 dokter dari beberapa daerah di Jawa Tengah yang datang diminta agar dapat mengenali penyakit tersebut sejak dini dan bisa memberikan penanganan yang baik jika menemukan pasien penderita autoimun di daerahnya.

"Jenis penyakit autoimun sendiri ada 80 jenis. Oleh karena itu sangat penting bagi para dokter untuk mendapatkan update informasi agar para dokter dapat melakukan tindakan medis yang tepat bagi pasien yang bergejala maupun yang sudah mengalami autoimun," kata pembicara seminar yang merupakan spesialis di bidang autoimun, dokter Nanang Sukmana.

Dikatakan, autoimun paling banyak terjadi karena faktor genetik. Namun saat ini sudah ada penelitian yang menyatakan kekurangan vitamin D dalam tubuh bisa menjadi satu diantara beberapa faktor risiko seseorang mengalami penyakit autoimun.

''Kekurangan vitamin D bisa berdampak serius terhadap kesehatan. Sebab vitamin itu mempengaruhi lebih dari 200 gen, termasuk yang berkaitan dengan kanker dan penyakit autoimun,'' jelas Nanang.

Diterangkan lebih lanjut oleh ahli lainnya, dokter Bantar Suntoko yang menyebut angka kejadian autoimun cukup banyak terjadi pada wanita. Namun kesadaran masyarakat masih sangat kurang akan penyakit autoimun ini.

''Angka kejadian penyakit autoimun cukup mengkhawatirkan. Apalagi kejadiannya lebih tinggi di alami wanita dibanding wanita. Penting sekali bagi para dokter mengetahui lebih banyak terkait informasi penyakit ini,'' kata Bantar.

Kasus yang banyak ditemukan di masyarakat, datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan sakit, dan jumlahnya setiap tahunnya meningkat membuat Prodia tergerak melakukan seminar tersebut. Regional marketing manajer Jateng, DIY PT Prodia Widyahusada, Beppy Hamuaty, mengharapkan para dokter yang hadir mendapatkan informasi terkait penanganan dini yang bisa dilakukan dokter umum pada penyakit autoimun.

''Pengaruh dari faktor genetik, pola hidup yang tidak sehat bisa menjadi salah satu penyebab dari penyakit autoimun. Penyakit yang terbilang setiap tahunnya tinggi ini, karena saat ini sudah terdapat alat yang bisa mendeteksi. Di Prodia sudah ada alat untuk mendeteksi tersebut dan siap membantu para dokter di Jateng,'' tandas Beppy.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU