Veteran LVRI Siap Berbagi Pengalaman yang Tak Pernah Tercatat di Buku

  • Regional
  • 13 Agu 2018 | 06:09 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 68 kali
image
foto: istimewa

Semarang, beritajowo.com – Usia boleh tua. Tubuh juga tak segagah saat masih muda. Bahkan sebagian terluhat menggunakan tongkat untuk membantu berjalan.

Namun, hal itu tak menyurutkan semangat para veteran untuk mengikuti Upacara Ziarah dalam rangka Hari Veteran Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Giri Tunggal Semarang, Jumat (10/8). Meski harus meniti satu demi satu tangga untuk menuju lokasi upacara, mereka pantang menyerah.

Kepala DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Jawa Tengah MA Munadjat SIP MSI yang didapuk menjadi Inspektur Upacara Ziarah menyampaikan, akan ada saatnya dia dan kolega veteran lainnya wafat. Tetapi, semangat juang harus tetap ada dan ditularkan pada para generasi milineal.

“Sehingga generasi saat ini dapat mengingat, bahwa bangsa ini meraih kemerdekaan tidak lepas dari perjuangan para veteran,” ujarnya.

Munadjat bercerita peringatan Hari Veteran Nasional sebenarnya sudah dimulai sejak 1949. Namun sempat ditiadakan beberapa waktu karena leading sector-nya belum jelas. Baru pada 2014 melalui SK Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional.

“Saat ini kami yang seorang veteran juga mendapatkan kehormatan dari Presiden RI dengan memperoleh kenaikan tunjangan veteran sebesar 25 persen pada tahun 2017. Kini sudah terealisasi sejak tanggal 1 Januari 2018. Ini menjadi sebuah perhatian dari pemerintah kepada kami para veteran,” terang Munadjat.

Dia juga berpesan kepada generasi muda untuk terus menjaga semangat 1945, yakni semangat berjuang, rela berkorban, pantang menyerah, dan solidaritas. Semangat itu pula yang selalu disampaikan kepada para pelajar, khususnya siswa SMP dan SMA, saat para veteran diundang untuk berbagi pengalaman perjuangan yang telah dilakukan.

“Sejarah mungkin bisa dipelajari, tetapi kami mempunyai perasaan yang lebih mendalam tentang suatu peristiwa, karena kami ikut merasakan secara langsung. Seperti saat pengalaman terjun di Trikora, dan Dwikora, bagaimana tentang semangat korsa, bagaimana menghadapi rekan yang meninggal. Itu tidak diceritakan dalam buku sejarah,” cerita dia.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Drs Nur Hadi Amiyanto MEd mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial selalu mendampingi dan memfasilitasi Peringatan Hari Veteran Republik Indonesia. Hal itu merupakan sebuah penghargaan kepada veteran yang telah berjuang untuk NKRI.

Ditambahkan, sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya merawat Taman Makam Pahlawan dengan baik. Bagaimana pun, merawat Taman Makam Pahlawan sekaligus sebagai pembelajaran kepada generasi muda agar menghargai jasa para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

“Jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Karena sejarah mengajari tentang semangat perjuangan veteran kita. Saat ini perjuangan kita bukanlah melawan penjajah, tetapi berjuang mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” tandasnya. 

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU