199 Desa Terdampak Kekeringan Kritis

  • Nasional
  • 10 Agu 2018 | 11:40 WIB
  • Oleh ANT
  • Dilihat 83 kali
image
foto(istimewa)

beritajowo.com // surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) mencatat terdapat 199 desa terdampak kekeringan kritis yang berpotensi tidak mengeluarkan air sepanjang musim kemarau.

"Ke-199 desa itu tersebar di 23 kabupaten yang pada musim kemarau kali ini mengalami kekeringan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Suban Wahyudiono ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan total ada 442 desa yang mengalami kekeringan, di mana 199 desa mengalami kekeringan kritis atau tidak ada air. Sedangkan sisanya sebanyak 223 desa mengalami kekeringan namun masih berpotensi mendapat air.

Berdasarkan surat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata dia, musim kemarau pada 2018 berlangsung selama Juli hingga September.

Pihaknya juga mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi dan solusi untuk masyarakat yang tinggal di kawasan desa terdampak kekeringan, baik yang kritis maupun tidak.

Selanjutnya, menurut dia, langkah yang dilakukan untuk desa mengalami kekeringan kritis adalah mengirim truk tangki setiap harinya dengan volume 6.000 liter untuk setiap desa, termasuk menyumbang puluhan unit jeriken serta difasilitasi empat tandon air.

Sedangkan, lanjut dia, bagi desa yang mengalami kekeringan tapi masih berpotensi ada air dilakukan pengerjaan proyek perpipaan dan tandon air oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jawa Timur.

"Sampai saat ini sudah dikerjakan di 126 desa, kemudian untuk 97 desa lainnya akan dilanjutkan pada 2019," ucapnya.

Sementara itu, dari 23 kabupaten yang terdampak kekeringan, sudah 17 kabupaten yang telah mengajukan bantuan ke BPBD Provinsi Jatim, namun kelengkapan administrasi yang sudah memenuhi syarat masih enam kabupayen, yaitu Probolinggo, Sumenep, Sampang, Mojokerto, Kabupaten Pasuruan dan Tulungagung.

img
BeJo@22
EDITOR

KABAR TERBARU