Harga Minyak Dunia 10 Agustus 2018

image
foto(istimewa)

beritajowo.com // new york - Harga minyak mentah dunia ditutup sedikit lebih rendah pada Kamis (Jumat pagi WIB). Penurunan harga ini memperpanjang kerugian sesi sebelumnya karena meningkatnya sengketa perdagangan China - Amerika Serikat melemparkan keraguan atas prospek permintaan minyak.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun USD 0,13 menjadi menetap di USd 66,81 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober kehilangan USD 0,21 menjadi ditutup pada USD 72,07 per barel di London ICE Futures Exchange.

Kedua acuan turun lebih dari tiga persen pada Rabu (8/8), setelah data AS menunjukkan penarikan mingguan yang lebih kecil dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah dan peningkatan mengejutkan sebesar 2,9 juta barel dalam pasokan bensin.

Para analis yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan penarikan 1,7 juta barel dalam stok bensin. "Sebelumnya pasar telah 'berlomba lebih tinggi' akibat ketakutan kelangkaan, tetapi kekhawatiran itu telah surut," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

Perang dagang mengguncang pasar global. Investor takut perlambatan di dua ekonomi terbesar dunia itu akan memangkas permintaan terhadap komoditas-komoditas.

Para pedagang minyak juga khawatir tentang permintaan China. Impor minyak mentah China meningkat pada Juli setelah dua bulan menurun, tetapi masih termasuk yang terendah tahun ini karena penurunan permintaan dari kilang-kilang independen yang lebih kecil.

Irak memangkas harga penjualan resmi minyak mentah Basra Light untuk kargo September bagi para pelanggan Asia pada Kamis (9/8).

Amerika Serikat pada Selasa (7/8) memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Sanksi-sanksi yang diperbarui itu tidak akan langsung menargetkan minyak Iran sampai November, meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan dia ingin sebanyak mungkin negara memotong impor minyak mentah mereka dari Iran hingga nol.

Beberapa analis mengatakan bahwa sanksi itu berpotensi menghapus sekitar satu juta barel per hari dari ekspor minyak mentah Iran sekitar 2,5 juta barel per hari.

img
BeJo@22
EDITOR

KABAR TERBARU