Polrestabes Semarang Bongkar Modus Baru Transaksi Narkoba Diletakan di Kamar Hotel

  • Regional
  • 10 Agu 2018 | 09:54 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 81 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / SEMARANG - Petugas Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang berhasil mengungkap peredaran narkotika dengan modus baru. Dalam pengungkapan ini seorang pengedar dibekuk, atas nama Eliya Nurma (36) warga Plombokan, Semarang Utara.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan, pelaku ditangkap di sebuah lobi hotel mewah di Semarang, pada Rabu (8/8) siang kemarin. Bersama pelaku disita barang bukti berupa sabu seberat 165 gram dan 53 butir pil ekstasi.

"Pelaku ditangkap usai mengambil barang tersebut yang disimpan di bawah kasur kamar hotel, ini tergolong modus baru," kata Abi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (9/8).

Dia menambahkan, pelaku yang sudah menjadi pengedar sabu sejak 7 bulan yang lalu ini, dalam dua minggu mendapat kiriman sabu seberat 500 gram dari seorang bandar berinisial K. Dari 500 gram tersebut dibagi 300 gram diletakan di alamat sesuai perintah K, dan 200 gram diedarkan pelaku sendiri.

"Mengedarkannya dengan ditaruh di kamar sebuah hotel, lalu kunci kamar dititipkan di front office, dengan alasan kunci akan diambil seseorang, kemudian orang tersebut mengambil barang tersebut," ucapnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi menambahkan, pelaku membeli sabu dari K seharga Rp 750 ribu tiap gram. Kemudian sabu dijual lagi setiap satu gram seharga Rp 870 ribu, sehingga dalam satu bulan dengan mengedarkan sabu 400 gram, pelaku bisa untung sebesar Rp 48 juta.

"Dalam rentang waktu 7 bulan, pelaku sudah mendapat kiriman sebanyak 14 kali," terang dia.

Hanafi melihat, bahwa modus pengedaran sabu melalui kamar hotel ini tergolong motif baru. Hanafi mengatakan bahwa modus ini digunakan karena pola lama dengan menaruh barang di jalanan sudah tidak aman.

"Pengakuan pelaku, cara lama sudah tidak aman jadi pakai cara ditaruh di hotel. Hotelnya pun berpindah-pindah, dan pakai hotel yang tergolong menengah atas," pungkas Hanafi.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU