Festival Lembah Baliem di Jantung Papua Populer di Mata Internasional

  • Info Publik
  • 23 Jul 2018 | 16:36 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 158 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / papua - Festival Lembah Baliem akan kembali menyapa 8-10 Agustus mendatang. Atraksi peperangan dan tari-tarian akan tersaji di lembah yang berada di Pegunungan Jayawijaya itu 

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pihaknya sangat merekomendasikan festival tertua yang ada di jantung Pulau Papua itu. Di sini, warga bisa melihat budaya asli dari ratusan suku yang tersebar di Papua serta beragam keunikan di sekitar Wamena.

"Anda ingin sensasi keindahan alam dan budaya Papua, silakan saksikan Festival Lembah Beliem di Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua." 

Dipagari Pegunungan Trikora, Lembah Baliem menyimpan keindahan alam yang menawan. Keindahan lainnya juga termasuk Danau Habema yang disebut sebagai Danau di Atas Awan.

Menpar menambahkan kehidupan zaman batu yang jauh dari peradaban modern juga bisa dirasakan di sana. Wisatawan juga bisa mengenakan pakaian adat macam koteka. 

Tak hanya itu, namun juga bisa merasakan tinggal di dalam honai, ikut memasak dengan cara bakar batu, juga turut menari tarian perang yang lestari ratusan tahun. 

"Karena banyak keunikan, Festival Lembah Baliem sudah menjadi agenda turis mancanegara. Malah dalam festival ini, para turis ikut menari dan berinteraksi dengan masyarakat di dalam festivalnya." 

Populer di Mata Internasional

Acara tradisi adat yang berlangsung sejak 1989, kepopulerannya sudah sampai kancah Internasional. 

"Selain aksi peperangan dan pertunjukan tradisional lainnya, wisatawan pun bisa berinteraksi langsung dengan para penduduk asli Papua. Selain itu juga banyak pemandangan indah yang bisa dinikmati selama berada di sana."

 Alpius menyatakan suku-suku asli Papua tersebar di beberapa lokasi dan berkumpul di lembah ini saat festival berlangsung. Pelbagai suku yang dimaksud adalah Suku Dani, Suku Yali, hingga Suku Lani.

Festival Lembah Baliem merupakan acara perang antarsuku. Perang dilakukan sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Para prajurit kebanggaan suku-suku tersebut akan adu kekuatan mereka. 

"Tenang, walau disebut perang, acara ini aman kok disaksikan oleh wisatawan," 

Acara lainnya adalah pertunjukan musik tradisional menggunakan Pikon, karapan babi, aksi teatrikal, lomba panahan dan lempar tombak. Selain itu, ada pula permainan Sikoko dan Puradaan, peragaan memasak dengan cara tradisional, dan pameran kerajinan tangan masyarakat suku adat.

Selain menikmati bentang alam yang indah di Papua, wisatawan juga bisa menyaksikan mumi. Ada tiga mumi di Distrik Kurulu, tiga mumi lagi di Distrik Assologaima, dan satu mumi di Distrik Kurima.

Mumi-mumi ini bukanlah jasad orang biasa dari suku Dani, suku mayoritas di Wamena atau Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Mereka adalah kepala-kepala suku dan panglima perang yang disegani dan menjadi panutan di masanya.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU