Menlu Ungkap Butuh Waktu 2 Tahun Persiapkan Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

  • Nasional
  • 14 Jul 2018 | 11:42 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 116 kali
image
foto.(istimewa)

beritajowo.com // Bandung - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi bercerita mengenai perjuangan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB).

Butuh waktu dua tahun untuk mempersiapkan hal tersebut.

Hal itu disampaikan Menlu Retno saat menjadi pembicara dalam kegiatan Talk With #MenluRetno di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (14/7/2018).

Turut hadir ratusan mahasiswa dalam kegiatan itu.

Ia menuturkan ada beberapa hal yang menjadi kunci penting masuknya Indonesia sebagai DK PBB. Salah satunya, rekam jejak Indonesia menginisiasi Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 atau 10 tahun setelah merdeka.

"Termasuk yang jadi pertimbangan kita itu pada tahun 1955 Indonesia sudah bisa menginisiasi sesuatu yang besar (KAA). Indonesia bisa merangkul negara-negara yang baru merdeka dan berkembang. Itu jadi nilai lebih Indonesia," ucapnya.

Selain KAA, kondisi dalam negeri Indonesia yang demokratis, stabil, dan damai juga kontribusi diplomasi turut menjaga perdamaian dunia menjadi faktor lainnya.

Atas berbagai rekam jejak tersebut, Indonesia berhasil mendapat suara mayoritas. "Kita menang dengan angka 144 suara dari 190 suara yang diperebutkan. Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2019-2020. Ini perjuangan yang tidak mudah," ujar Retno.

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU