BPBD Klaim Wilayah Kekeringan di Wonogiri Menurun

  • Regional
  • 14 Jul 2018 | 01:11 WIB
  • Oleh timlo
  • Dilihat 103 kali
image
Foto: Istimewa

beritajowo.com / wonogiri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri menyebutkan, jumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Wonogiri mengalami penurunan. BPBD menyampaikan bahwa, pada 2018 ini tinggal 31 desa di tujuh kecamatan saja yang terdampak kekeringan.

“Pada 2015 lalu terdapat 39 desa di delapan kecamatan yang terdampak kekeringan, pada 2017 terdapat 37 desa di delapan kecamatan, sedangkan pada 2018 terdapat 31 desa di tujuh kecamatan.Di 2016 lalu tidak ada yang terdampak kekeringan karena saat itu hujan turun hampir sepanjang tahun,” ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, Jumat (13/7/2018).

Menurut dia, upaya permanen yang dilakukan Pemkab diantaranya dengan memaksimalkan sumber air yang ada serta membangun jaringan perpipaan.

Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi embung. Upaya itu mampu memberikan efek positif karena daya tampung embung lebih maksimal guna menyediakan cadangan air bersih bagi masyarakat sekitar.

Bambang Haryanto menambahkan, masih ada beberapa desa dan kecamatan yang hingga saat ini terdampak kekeringan, diantaranya enam desa di Kecamatan Pracimantoro, sembilan desa di Kecamatan Paranggupito, lima desa di Kecamatan Giritontro, tiga desa di Kecamatan Giriwoyo, tiga desa di Kecamatan Nguntoronadi, empat desa di Kecamatan Eromoko, dan dua desa di Kecamatan Manyaran.

Ia juga menyatakan, jika Kecamatan Selogiri tahun lalu masih ada terdampak kekeringan. Tapi saat ini kecamatan tersebut terbebas dari bencana kekeringan.

“Masih ada beberapa desa terdampak yang mengajukan bantuan air bersih melalui truk-truk tangki. Sampai sekarang, jumlah bantuan air melalui truk tangki yang masuk catatan kami belum ada sepuluh unit truk,” imbuhnya.

Terpisah, Camat Pracimantoro Warsito mengatakan, sebagian besar telaga di wilayahnya sudah mengering. Dari 12 telaga di kecamatan tersebut, hanya tiga yang masih menyisakan air. Ketiga telaga tersebut antara lain telaga di Desa Joho, Sumberagung, dan Gebangharjo. Adapun harga air melalui truk tangki di daerah terjauh, seperti di Desa Gambirmanis mencapai Rp 150.000 per tangki ukuran 6.000 liter.

img
BeJo@21
EDITOR

KABAR TERBARU