AS-Korut Panas, Bagaimana Dengan Indonesia?

  • Internasional
  • 07 Nov 2017 | 11:11 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 99 kali
image
foto. (istimewa)

Beritajowo.com - Ash Carter, mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) era pemerintahan Barack Obama, pernah memperingatkan perang antara AS dengan Korea Utara (Korut) bisa saja terjadi. Carter memprediksi perang AS-Korut akan diwarnai intensitas kekerasan sangat tinggi.

Carter meyakini AS akan menang dalam perang dengan Korut. Namun, Carter memprediksi, perang itu akan berlangsung sangat keras dan intens.Sangat mungkin bahwa perang itu akan demikian, sebagai konsekuensi dari peluncuran.

Carter yang ahli ilmu fisika dan mantan profesor Ilmu Pengetahuan dan Hubungan Internasional di Harvard University ini, juga menyerukan agar selalu waspada dalam setiap pendekatan yang diambil terhadap Korut.

Hingga saat ini, perang retorika antara Donald Trump dengan Kim Jong Un belum ada tanda usai. Baru-baru ini, dalam kunjungan Trump ke sejumlah negara Asia Pasifik, beberapa diantaranya Jepang yang sepaham dengan AS dalam menhadapi Korea Utara. Bahkan pemimpin Korea Utara kembali mengeluarkan ancaman nuklir terbaru.

Tak cuma itu, pada 4 November 2017, Iran merayakan 38 tahun perebutan Kedubes AS di Teheran sambil membawa rudal. Lalu sejumlah sanksi yang dijatuhkan AS ke Rusia. Dunia pun dibuat ketar-ketir. Mengutip Indy100 pada Minggu (5/11/2017), Banyak orang percaya Perang Dunia III sudah di depan mata. Meskipun belum tahu kapan perang terjadi. Lalu bila benar terjadi apakah akan berdampak terhadap Indonesia?

Dilansir dari Global Peace Index untuk tahun 2017 sejumlah negara yang sejauh ini masih dianggap paling aman, jika sewaktu-waktu Perang Dunia III pecah Berikut 10 negara yang paling aman yaitu Irlandia, Swiss, Slovenia, Denmark, Portugal, Selandia Baru, Kanada, Islandia dilihat dari letak geografis dan kemandirian negara mereka dalam mendapatkan energi.

Indonesia perlu khawatir apabila perang dunia III benar terjadi hal ini karena berdasarkan letak geografis, Indonesia tak begitu jauh dari Guam (Wilayah kepulauan AS yang terletak di Barat Samudera Pasifik, 2.000 km dari Papua, dan 4.700 km dari Jakarta).

Banyak masyarakat Indonesia yang cemas apabila memang benar akan terjadi perang dunia III. Beberapa masyarakat berpendapat agar Indonesia perlu waspada, namun berdasarkan pendapat pakar kemungkinan terjadi perang kecil.

Dengan adanya Dewan Keamanan PBB bisa memberikan kesempatan pada para diplomat untuk menyerukan langkah kembali ke meja perundingan - menunjuk kepada dukungan dari Cina dan Rusia. Tindakan ini mengirim sinyal yang bertentangan ke Pyongyang, namun juga memperlunak retorika keras dari Presiden Trump.

Seperti yang dikatakan mantan Asisten Menlu AS PJ Crowley, AS dan Korea Utara sempat mendekati situasi konflik bersenjata pada tahun 1994, ketika Pyongyang menolak untuk mengizinkan pemeriksa internasional masuk ke fasilitas nuklirnya.

Selama bertahun-tahun, Korea Utara telah secara teratur melontarkan ancaman terhadap AS, Jepang dan Korea Selatan. Mereka sering sesumbar untuk menjadikan Seoul sebagai lautan api. Diplomasi kemudian mengatasi konflik tersebut.

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU