Puncak pekan Syawalan di TSTJ Bagikan 3000 Ketupat

  • Regional
  • 21 Jun 2018 | 07:26 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 126 kali
image
foto: istimewa

SOLO, suaramerdeka.com  - Puncak pekan Syawalan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, ditutup dengan Festival Ketupat dan Kirab Joko Tingkir. Sebanyak 3.000 ketupat diarak dan dibagikan kepada masyarakat yang datang ke taman satwa tersebut.

"Lebih kurang 600 peserta ikut meramaikan kegiatan tersebut, warga dari tujuh kelurahan juga kami sertakan meramaikan festival itu. Festival kali ini juga berbeda dari tahun lalu, sehingga kedatangan  pengunjung ke taman itu kami jamin akan lebih puas," kata Dirut TSTJ, Wahyu Bimo Dasir Santoso, Selasa (19/6).

Kirab dimulai pukul 10.20, dengan mengarak tiga kereta kencana, peserta memadati Jalan Ki Hajar Dewantara-Jalan KH Masykur dan berakhir di kompleks TSTJ. Satu gunungan ketupat juga dipanggul beberapa peserta kirab sebagai ikon yang dipilih pada pagelaran tersebut.

Kegiatan yang dipusatkan di sisi timur danau kompleks TSTJ itu juga membagikan 3.000 ketupat dan 1.000 kue apem. Tahun ini sekitar 16-20 ribu pengunjung diprediksi meramaikan puncak acara di taman yang bersebelahan dengan Sungai Bengawan Solo itu.

Bimo mengatakan berbagai fasilitas seperti akses jalan, kandang satwa serta wahana permainan dan hiburan yang ada di TSTJ sudah diperbarui. Dengan demikian tingkat kunjungan serta Pendapatan  Asli Daerah (PAD) Surakarta makin meningkat.

‘’Sesuai arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta, kami berupaya memberikan keuntungan bagi masyarakat yang berkunjung ke taman satwa itu. Maka dari itu, dengan banyaknya pengunjung, pendapatan akan sebanding lurus. Tentu kepuasan pangunjung merupakan hal yang utama,’’ katanya.

Rencananya kawasan Taman Gesang yang berada di sisi timur danau bakal diperbaiki untuk memanjakan pengunjung. ‘’Tahun depan rencana perbaikan kawasan Taman Gesang, sehingga kirab tahun ini bakal kami evaluasi terlebih dahulu. Dengan demikian tahun depan Pekan Syawalan akan semakin bagus dari tahun sebelumnya,’’ kata Bimo.

Sementara itu, Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo mengatakan, TSTJ merupakan taman hiburan jujugan warga dari berbagai kota. Pemkot meminta pengelola untuk memperbarui fasilitas di taman tersebut.

‘’Taman itu merupakan taman yang menjadi jujugan masyarakat untuk berlibur ke Kota Bengawan. Adanya Air Muncrat Menari (Dancing Fountain) menambah kepuasan pengunjung yang datang. Taman Pelangi serta Gajah Tunggang melengkapi wahana masyarakat untuk berlibur,’’ ujarnya.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU