Korupsi Dana Penanganan Ebola Senilai $6 Juta

  • Internasional
  • 06 Nov 2017 | 14:43 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 77 kali
image
foto. (istimewa)

Beritajowo.com - Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC) menemukan sejumlah kasus korupsi dan penggelapan dana senilai 6 juta dolar AS (sekitar Rp80,9 miliar) yang terkait dengan upaya penanganan wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016.
Kasus penipuan itu melibatkan sejumlah staf dan pejabat di dalam IFRC serta beberapa figur pemerintahan dari berbagai negara.
IFRC menyatakan "sangat marah", dan akan "memastikan semua staf yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban." Penggelapan dana itu terjadi ketika wabah Virus Ebola merenggut lebih dari 11.300 nyawa dan menjangkiti sekitar 29.000 orang, di kawasan Guinea, Sierra Leone dan Liberia.
Sebagaimana laporan AFP yang dilansir Antara, IFRC menyatakan operasi yang dibuat untuk mengendalikan wabah ebola adalah salah satu yang paling rumit dalam sejarah kemanusiaan saat ini. Sejumlah kelompok bergerak dengan cepat mengerahkan staf dan memobilisasi sukarelawan dan menghabiskan puluhan juta dolar untuk perlengkapan medis serta suplai lain.
Di Sierra Leone, IFRC menemukan bukti adanya "kemungkinan kolusi" antara bank dan mantan pegawai organisasi humaniter tersebut.mengakibatkan kerugian senilai US$ 2,1 juta.

Di Guinea, penggelembungan dan pemalsuan dana merugikan IFRC senilai US$ 1,2 juta. Organisasi itu juga tengah melakukan dua penyelidikan lain di negara tersebut atas kasus serupa.

Dan di Liberia, organisasi itu menemukan penggelembungan harga barang dan gaji yang mengakibatkan kerugian senilai US$ 2,7 juta.

IFRC berkomitmen menyeret semua pihak yang terlibat kegiatan ilegal itu ke pengadilan dan mengambil kembali dana yang disalahgunakan yang mencapai

Organisasi itu, yang pernah dilanda skandal korupsi, mengatakan, sejak tahun 2014 telah menerapkan batasan pengeluaran dana tunai dalam situasi kerja yang "berisiko tinggi" dan mempekerjakan auditor saat mengirim tim bantuan.IFRC berjanji akan menyeret semua pihak yang terlibat di kasus ini ke pengadilan.

?

?

?

?

?

?

?

?

?

?

?

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU