Begini Kronologi Penangkapan Bupati Bengkulu Selatan

  • Nasional
  • 16 Mei 2018 | 22:52 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 114 kali
image
Foto: Istimewa

beritajowo.com // Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi penangkapan Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud saat diduga menerima sejumlah uang dari seorang kontraktor bernama Juhari terkait penanganan sejumlah proyek yang ada di Bengkulu Selatan.

"Diduga penerimaan total Rp 98 juta merupakan bagian dari 15% komitmen fee yang disepakati sebagai setoran kepada Bupati atas 5 proyek penunjukan langsung pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan yang dijanjikan di Pemkab Bengkulu Selatan senilai total Rp 750 juta komitmen fee sebesar Rp112.500.000," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan dalam jumpa persnya di gedung KPK, Jakarta, Rabu(16/5).

Basaria menjelaskan, pada hari Selasa, 15 Mei 2018, sekitar pukul 16.20 WIB, Tim Satgas KPK menduga telah terjadi penyerahan uang dari Juhari kepada Nursilawati, Kasie kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan untuk diserahkan kepada Hendrati yang merupakan istri Bupati Bengkulu Selatan di rumah pribadi Hendrati di Kec. Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Setelah penyerahan terjadi, Juhari langsung menuju sebuah rumah makan di daerah Manna dan diamankan tim KPK sekitar pukul 17.00 WIB. Dan kemudian Juhari dibawa kembali ke rumah Hendrati.

Sedangkan tersangka Nursilawati yang telah meninggalkan rumah Hendrati saat itu pergi menuju rumah kerabatnya di daerah Manna. Secara pararel, kemudian tim KPK lainnya mengamankan Nursilawati sekitar pukul 17.15 WIB untuk kemudian dibawa kembali ke rumah Hendrati.

Setelah kedua tim tiba di rumah Hendrati, tim mengamankan uang Rp 75 juta dari tangan Nursilawati serta bukti tranfer sebesar Rp 15 juta.

Kemudian, tim KPK membawa Nursilawati ke rumah pribadinya di Kecamatan Manna dan mengamankan uang lainnya sebesar sekitar Rp 10 juta. Tim kemudian mengamankan dan membawa HEN, DM, dan JHR dari rumah pribadi HEN ke Kepolisian Daerah Bengkulu untuk menjalani pemeriksaaan awal.

"Dari tangkap tangan ini, Tim mengamankan uang tunai Rp 85 juta, bukti transfer sebesar Rp 15 juta dan dokumen terkait Rencana Umum Pengadaan (RUP),"tandasnya.

Atas perbuatannya, Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati selaku pihak penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara pihak pemberi suap, Juhari disangkakan melanggar pasal pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[]

img
BeJo@23
EDITOR