Penembakan Di Sebuah Gereja Texas

  • Internasional
  • 06 Nov 2017 | 08:22 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 88 kali
image
foto. (istimewa)

Beritajowo.com - Penembakan terjadi di sebuah gereja First Baptist Church di Sutherland Springs, sebuah kota kecil di Wilson County, sekitar 40 mil (65 km) timur San Antonio,Texas, Amerika Serikat.

Pelaku memberondongkan tembakan sekitar pukul 11.30 waktu setempat, Minggu, 5 November 2017. Sebanyak 26 jemaat tewas. Usia mereka beragam, dari 5 hingga 72 tahun,20 orang lainnya terluka.informasi tersebut di dapat dari petugas medis.Sekitar 50 orang saat itu menghadiri kebaktian, termasuk anak-anak, yang beberapa di antaranya masuk daftar korban jiwa.Setidaknya 10 korban, termasuk empat anak-anak, mendapatkan perawatan di University Health System di San Antonio, demikian disampaikan pihak rumah sakit melalui akun Twitternya.

Sebelumnya,Menurut Departemen Keamanan Publik Texas, pelaku mengenakan pakaian hitam, memasuki gereja dan mulai menembaki para jemaat.pelaku sempat kabur menggunakan kendaraannya, sebelum akhirnya tewas di dekat Guadalupe County. Belum jelas apakah ia tewas akibat penindakan polisi atau bunuh diri.Kondisi kematian pria bersenjata tersebut masih dalam penyelidikan.

Jeff Forrest, 36, seorang veteran militer yang tinggal satu blok dari gereja tersebut, mengatakan bahwa dia mendengar suara tembakan senjata semi-otomatis berkaliber tinggi. Suara itu mengingatkannya saat ditempat kan di pasukan tempur Korps Marinir.

Pembantaian di gereja ini hanya berselang beberapa minggu setelah seorang sniper membantai 58 orang di sebuah konser outdoor di Las Vegas,Penembakan tersebut telah memicu perdebatan nasional selama bertahun-tahun apakah mudahnya akses publik terhadap senjata berkontribusi atau tidak.

Gubernur Texas, Greg Abbott, mengonfirmasi jumlah tersebut dan mengatakan, itu adalah penembakan massal paling tragis dalam sejarah Texas. "Ada 26 jiwa yang tewas," kata dia dalam konferensi pers, seperti dikutip dari CNN, Senin (6/11/2017). "Kita tidak bisa memastikan apakah jumlah itu akan bertambah. Yang kita tahu, jumlah itu sangat besar."

Gubernur Abbott menambahkan, ini akan menjadi duka mendalam dan berkepanjangan bagi mereka yang kehilangan. "Sebagai gubernur, saya meminta semua ibu dan ayah yang ada di rumah, peluklah anak-anak Anda. Biarkan mereka merasakan betapa Anda mencintai mereka, tahu bahwa kita saling mendukung."

Presiden Donald Trump yang berada di Jepang dalam lawatan Asia-nya selama 12 hari mengaku memantau situasi di Texas.

?Semoga Tuhan bersama orang-orang Sutherland Springs, Texas. FBI dan penegak hukum ada di tempat kejadian,? katanya di Twitter.

?

?

?

?

?

?

?

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU