Hadiah Nobel Kesusasteraan 2018 Ditiadakan, Terganjal Kasus Seksual

  • Info Publik
  • 04 Mei 2018 | 18:11 WIB
  • Oleh BBC
  • Dilihat 132 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / swedia -?Tidak akan ada Hadiah Nobel Kesusasteraan untuk tahun 2018 setelah organisasi yang menentukan pemenang hadiah ini dituduh terkait dengan skandal penyerangan seksual. Enam anggota organisasi tersebut, Swedish Academy, mengundurkan diri terkait penanganan dugaan serangan seksual yang diduga dilakukan suami dari istri yang menjadi anggota Academy.

Penanganan yang dianggap tidak sebagaimana mestinya itu membuat 'kredibilitas' Swedish Academy dipertanyakan. Organisasi ini mengatakan bahwa pemenang Hadiah Nobel Kesusasteraan 2018 akan diumukan bersamaan dengan pemenang 2019 tahun depan.

Ini adalah skandal terbesar sejak Swedish Academy menganugerahkan Nobel Kesusasteraan pada 1901.

Beberapa anggota mengatakan Nobel Kesusasteraan mestinya tetap diumumkan sesusai dengan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun, namun sejumlah anggota lain mengatakan Swedish Academy tidak dalam situasi ideal untuk memberikan keputusan.

Dalam sejarahnya, Akademi ini beberapa kali tidak mengumumkan pemenan g, yaitu selama enam tahun perang dunia dan pada 1935 ketika penyelenggara memutuskan tidak ada penulis yang layak dinobatkan sebagai pemenang.

Krisis terbaru dipicu oleh tuduhan yang muncul pada November lalu ketika fotografer Prancis, Jean-Clause Arnault, yang menjalankan proyek kebudayaan dengan dana dari Swedish Academy, diduga melakukan serangan seksual terhadap 18 perempuan.

Sejumlah kasus yang dituduhkan diduga terjadi di gedung atau kantor milik Swedish Academy.

Salah satu korban dugaan serangan, menurut koran Svenska Dagbladet, adalah Victoria, putri mahkota Swedia.

Koran ini mengatakan insiden terjadi di sebuah acara Akademi pada tahun 2006.

Seorang saksi mengatakan, dalam kejadian itu seorang staf Putri Victoria sampai harus mencampakkan tangan Arnault dengan paksa dari tubuh sang putri.

"Staf ini seorang perempuan. Ia melihat kejadian itu lalu bergegas menghampiri dan mendorongnya," kata saksi itu, Ebba Witt-Brattstrom, kepada surat kabar Expressen.

Jean-Clause Arnault sudah mengelurkan bantahan.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU