Data Twitter Bocor, Pengguna Diminta Ganti Password

  • Info Publik
  • 04 Mei 2018 | 21:27 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 119 kali
image
Foto: Istimewa

beritajowo.com // Jakarta - Ratusan juta data pengguna Twitter diketahui mengalami kebocoran, setelah pihak Twitter menemukan bug yang bisa membuat kata sandi jutaan pengguna media sosial ini. Akibat masalah ini, Twitter langsung meminta kepada para penggunanya untuk mengubah kata sandi mereka demi keamanan data pribadi para pengguna Twitter.

"Kami baru-baru ini menemukan bug yang menyimpan kata sandi yang dibuka di log internal," tulis pengumuman Twitter dan disebarkan ke jutaan penggunanya pada Kamis sore, (3/5/2018) waktu Amerika Serikat.

Hingga kini belum diketahui berapa banyak pengguna yang mengalami masalah ini. Namun Twitter sudah memperingatkan lebih dari 330 juta penggunanya untuk membuat kata sandi baru.

Twitter saat ini mengaku sedang bersikeras memperbaiki bug, dan tidak menemukan indikasi pelanggaran atau penyalahgunaan informasi yang tidak dilindungi.

"Kami memperbaiki bug dan tidak ada indikasi pelanggaran atau penyalahgunaan oleh siapa pun. Sebagai tindakan pencegahan, Twitter meminta untuk mengubah kata sandi Anda di semua layanan di mana Anda menggunakan kata sandi ini. " lanjut pengumuman tersebut.

Namun, bug yang baru-baru ini ditemukan, meninggalkan sejumlah kata sandi pengguna yang tidak diungkapkan yang tersimpan tanpa pengawasan dalam sistem internal.

Bug secara umum bisa diartikan sebagai serangga. Namun, jika diartikan dalam sebuah program, bug merupakan error yang terjadi pada source code yang mengakibatkan output menjadi tidak sesuai dengan yang telah direncanakan. Kedua artian ini memiliki sifat yang sama yaitu ?mengganggu? serta berpotensi mengakibatkan kerugian yang besar.

Banyak yang menganggap bahwa bug hanya menimbulkan gangguan / kerusakan kecil, namun pada kenyataannya berbeda. Banyak sekali kejadian yang merugikan akibat bug, salah satunya pada tahun 1996, roket seharga 1 miliyar dollar bernama Ariane 5 hancur beberapa detik setelah peluncuran akibat bug yang ada pada program kendali on-board komputer di roket tersebut.

img
BeJo@23
EDITOR

KABAR TERBARU