Danramil 01/Demak Ikuti Upacara Hardiknas di Alun-Alun Masjid Agung

  • Regional
  • 04 Mei 2018 | 16:32 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 91 kali
image
Hadir pada upacara tersebut HM Nasir SPd MPd (Bupati Demak), Drs Joko Sutanto (Wakil Bupati Demak), AKBP Mahesa Sugriwo Sik (Kapolres Demak), Kajari Demak diwakili oleh Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Demak Hafidz SH MH, Sekda Kab Demak dr Singgih Setyono. (foto: beritajowo.com/dok)

beritajowo.com / DEMAK - Danramil 01/Demak Kota Kapten Kav Karmadi menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan Alun Alun Masjid Agung Demak, Rabu (2/5/2018). Orang nomor satu di Koramil 01/Demak Kota ?itu didaulat mewakili Dandim 0716/Demak.

Hadir pada upacara tersebut HM Nasir SPd MPd (Bupati Demak), Drs Joko Sutanto (Wakil Bupati Demak), AKBP Mahesa Sugriwo Sik (Kapolres Demak), Kajari Demak diwakili oleh Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Demak Hafidz SH MH, Sekda Kab Demak dr Singgih Setyono.

Dan juga Para asisten Sekda Kab. Demak & Staf ahli bupati, Ka Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Demak Anjar Gunadi, MPd, Plt Ka Dinas Pemuda & Olah Raga Kab. Demak Drs Abdul Haris MPd serta Tamu undangan lainnya.

Dalam pidatonya, Bupati H.M.Nasir ?membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang menekankan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional harus meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan. Sebab, kemajuan pendidikan suatu negara merupakan tanggung jawab bersama.?

"Semua pihak harus bergandeng tangan, bahu-membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan. Kita optimistis bahwa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa besar dan maju, asal kita bersatu padu mewujudkannya," kata Natsir di lokasi.

Selain itu, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang ?perubahan zaman, juga kemampuan dalam beradaptasi dan bertindak gesit. Oleh karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun harus terus-menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut.

"Cara lama tak mungkin lagi diterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal. Cara-cara yang baru perlu diciptakan dan dimanfaatkan," imbuhnya.

Guru, orang tua, dan masyarakat, kata Natsir, harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia.?

"Tripusat pendidikan itu harus secara simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong-royong, dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa," tutupnya. (Pendim 0716/Demak)

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU