Wali Murid Protes Motor Anaknya Disita Polisi

  • Regional
  • 04 Mei 2018 | 13:25 WIB
  • Oleh timlo
  • Dilihat 149 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com / sragen -?Seorang wali murid di Kecamatan Delanggu mengeluhkan aksi razia kendaraan bermotor oleh Polsek setempat, Kamis (3/5) kemarin. Pasalnya, sang anak yang masih duduk di Kelas XI di salah satu SMA swasta di Delanggu ini dianggap terlibat aksi konvoi kelulusan sekolah.

?Digebyah uyah?(dipukul rata ?Red). Memang kemarin sore ikut nongkrong di belakang swalayan Cempaka Delanggu lantaran dipanggil teman-temannya. Apalagi dia masih kelas XI dan sedang libur. Kemarin saja pakai pakaian bebas,? kata Bedrun, saat ditemui di halaman Mapolres Klaten, Jumat (4/5).

Ia mengklaim, kedatangannya putranya itu hanya sekadar menyapa kakak kelasnya yang sedang berkumpul untuk merayakan kelulusan.

Meskipun sempat menunjukkan kelengkapan surat bermotornya, kendaraan roda dua jenis trail yang dikendarai anaknya tetap dig elandang ke Mapolsek Delanggu.

?Kena getahnya. Surat juga komplit. Lalu semalam saya ke Polsek Delanggu hendak menebus atau diganti dengan motor saya yang lain tapi enggak boleh. Padahal motor trailnya baru satu bulan beli dan masih berplat putih,? keluh Bedrun.

Menanggapi itu, Kepala Urusan pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Klaten, Iptu Sarwako mengatakan, seluruh anggota diminta untuk membubarkan kumpulan siswa di pinggir jalan yang hendak melakukan aksi konvoi.

Hal ini sesuai instruksi Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono untuk mengantisipasi terulangnya konvoi berdarah tahun 2017 lalu.

?Itu kan versi orangtuanya. Kan sudah dilarang untuk ?war-wer? di jalan, termasuk kumpul- kumpul di pinggir jalan. Meskipun beralasan tidak melakukan konvoi, kalau tetap nekat bergerombol di jalan akan langsung ditindak,? katanya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU