Taekwondoin Untag Raih Juara WATA ICTO 2018 di Osaka Jepang

  • Regional
  • 04 Mei 2018 | 05:11 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 234 kali
image
foto: beritajowo.com/dok

beritajowo.com / semarang - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Aprilliandi Fransiorendi berhasil meraih gelar juara di kelas terbang 58 kilogram putra pada ajang Open Tournamen International WATA ICTO 2018 di Osaka Jepang, awal pekan ini.

Taekwondoin yang akrab disapa Rendi ini menjadi satu-satunya wakil Untag yang ikut dalam tim nasional taekwondo profesional di ajang tersebut. Keberhasilan ini diapresiasi Rektor Untag, Dr Suparno dan diharapkan memotivasi mahasiswa lainnya untuk bisa berprestasi. Baik di bidang ilmiah maupun olah raga.

''Kami sangat bangga kepada mahasiswa Fakultas Hukum kami ini yang mampu mengharumkan nama kampus di Jepang. Ini sejalan dengan misi kami yang disebut Untag Global. Kami ingin kampus ini tidak hanya berprestasi di dalam negeri tapi juga menjalin kerja sama dan berprestasi di luar negeri,'' kata Suparno kemarin.

Pihak kampus nantinya akan memberikan apresiasi berupa beasiswa pendidikan S2 kepada Rendi yang sudah berhasil meraih medali emas di ajang yang diikuti puluhan negara asal dari benua Asia dan Australia tersebut.

''Apresiasi yang kami berikan kepada Rendi ditujukan untuk memacu semnagt mahasiswa lainnya. Saya juga berharap Rendi bisa menularkan pengalaman dan apa yang dia bisa kepada rekan-rekannya di ekstrakulikuler kampus,'' lanjut Suparno.

Kemenangan Rendi di Open Tournament International WATA ICTO 2018 ini diraih dengan tidak mudah. Pemuda kelahiran Jayapura, 9 April 1996 ini menceritakan dirnya harus mengarungi empat pertandingan berat di kelas yang dia ikuti.

Di pertandingan pertama, dia bertemu atlet tuan rumah lalu melawan atlet Hong Kong di pertandingan kedua. Sementara itu di babak semifinal Rendi harus melawan atlet unggulan dari Australia dan terakhir di final menghadapi atlet andalan negeri Kanguru lainnya. Rendi mengatakan dirinya menyiapkan kondisi fisik secara prima setiap jelang pertandingan. Di sela-sela turnamen dirinya juga berlatih dua hingga tiga kali dalam sehari di penginapan yang dia tempati.

''Dalam persiapan menuju pertandingan di Jepang sempat saya terserang penyakit malaria dua bulan sebelum pertandingan. Sejak sembuh dari sakit yang membuat saya dirawat dua bulan tersebut saya mulai fokus untuk mengembalikan kondisi fisik dan meningkatkan teknik. Saya bersyukur bisa mendapatkan medali emas dari hasil kerja keras saya tersebut,'' kata Rendi.

Dia juga berterimakasih atas dukungan kampus selama ini yang banyak memberikan kesempatan dirinya untuk berprestasi di cabang olahraga taekwondo. ''Saya akan selalu berusaha untuk mengharumkan dan membanggakan nama kampus dan juga Indonesia di kanca internasional melalui olah raga beladiri Taekwondo ini,'' ungkapnya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU