Dirut PT Angkasa Pura 1 Yakin Progress Pembangunan Bandara A Yani Sesuai Target

  • Regional
  • 03 Mei 2018 | 23:48 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 221 kali
image
foto: beritajowo.com/dok

beritajowo.com / semarang - Dirut PT Angkasa Pura 1 Faik Fahmi menjelaskan, sampai saat ini pelaksanaan proyek masih sesuai jadwal, bahkan untuk progress paket tiga dan paket empat mengalami deviasi positif di atas rencana. Untuk paket tiga yang meliputi pembangunan gedung terminal sesuai dengan kontrak akan selesai pada November 2018, namun target operasional pada Juni 2018.
?Sehingga pada musim mudik Lebaran 2018 bisa difungsikan, dengan catatan sudah mendapatkan verifikasi dari Kementerian Perhubungan,? katanya.

Faik memaparkan, pengembangan Bandara Ahmad Yani akan menunjang peningkatan pembangunan di Jateng, karena saat ini kondisi bandara eksisting di terminal penumpang maupun kargo sudah over capacity. Kapasitas terminal penumpang akan meningkat 5-6 kali lipat, sedangkan luasan terminal kargo yang sebelumnya 774 meter persegi menjadi 2.048 meter persegi atau meningkat hampir tiga kali lipat.

?Kapasitas terminal penumpang bandara saat ini 800 ribu per tahun. Setelah adanya pengembangan, terminal bandara diperluas menjadi sekitar 58 ribu meter persegi dan mampu menampung sebanyak 7 juta penumpang per tahun,? terangnya.

Menurut Faik, upaya penambahan jadwal penerbangan masih terkendala keterbatasan slot. Saat ini winter terdapat 10 permohonan slot time yang outstanding, karena airlines menginginkan penambahan slot di jam-jam sibuk. Penambahan jadwal penerbangan harus mempertimbangkan tiga kapasitas, yakni runway, apron, dan terminal.

Sampai saat ini, lanjut dia, dari lima paket pekerjaan untuk paket satu meliputi lahan dan akses, paket kedua meliputi apron dan exit taxiway sudah selesai 100 persen. Sedangkan sekarang masih dalam tahap pengerjaan kontruksi untuk paket tiga yang meliputi pembangunan gedung terminal.

Faik menambahkan, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan proyek antara lain, kondisi lahan yang merupakan area tambak sehingga terjadi penurunan tanah pada lokasi jalan akses kerja. Selain itu kondisi cuaca yang tidak menentu, serta suplai material yang terkadang mengalami kendala karena saat ini tidak sedikit proyek infrastruktur yang ada di Jateng.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU