Cabuli Anak Tiri Kelas 3 SD, Bapak Bejat Dicerai dan Dipolisikan

  • Regional
  • 03 Mei 2018 | 21:21 WIB
  • Oleh SPC
  • Dilihat 603 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / semarang -?Bejat betul kelakuan bapak di kabupaten Blora ini. Pria paruh baya warga tegalgunung RT 8 RW 2 kecamatan Blora ini nekat menggauli anak tirinya yang masih di bawah umur.

Akibat aksi cabul tersebut, tersangka yang diketahui bernama Kuat Prihantara ini diamankan oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) satreskrim polres Blora Kamis siang (3/5/2018).

Bejatnya lagi, aksi tersangka ternyata tidak hanya dilakukan sekali, namun sudah berkali-kali sejak korban kelas 3 SD. ?Hngga saat ini korban duduk dibangku kelas 6 SD.

Dihadapan petugas, tersangka membantah melakukan pencabulan. Dia mengaku aksi tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. ?Ini bukan pencabulan mas, tapi ini atas dasar suka sama suka,? akunya.

Kasat Reskrim Polres Blora Heri Dwi Utomo menerangkan, kasus ini pertama kali diketahui pada 12 Januari lalu oleh istri tersangka sendiri. Korban menceritakan kepada ibunya. Jika korban telah beberapa kali disetubuhi oleh tersangka.

Setelah i tu kemudian istri tersangka menanyakan kebenaran kepada tersangka, dan setelah tersangka mengakui perbuatannya kemudian istri meminta bercerai.

?Setelah mengetahui kejadian itu istri tersangka tidak langsung melaporkan perbuatan bejat tersangka. Tapi istrinya itu mengajuka cerai terlebih dahulu. Yang kemudian resmi bercerai pada Maret. Setelah resmi bercerai akhirnya baru melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Blora,? papar Kasatreskrim.

Korban sendiri lanjut Heri, memang sejak kelas 2 SD tinggal dan diasuh oleh tersangka beserta istrinya. Dan hingga korban mau menuruti kelakuan bejat tersangka ini.

?Terlebih dahulu tersangka melakukan ancaman. Apabila tidak mau menuruti tersangka maka korban tidak boleh lagi tinggal bersama tersangka dan akan dikembalikan kepada orang tuanya. Takut dengan ancaman tersangka korban kemudian menuruti kelakuan bejat bapak angkatnya itu,? papar Kasatreskrim.

Atas perbuatannya tersebut, Pelaku terancam pasal tentang erlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU