Warga Gunung Sumbing Gelar Nyadran Sambut Ramadhan

  • Regional
  • 03 Mei 2018 | 19:26 WIB
  • Oleh ANT
  • Dilihat 233 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com / temanggung -?Ratusan warga di Dusun Tanggulangin, Desa Tanggulanom, di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu, menggelar tradisi nyadran menjelang Ramadhan.

Dalam tradisi tersebut warga membawa "tenong" berisi lauk pauk dan jajan pasar serta membawa tumpeng nasi putih sebagai perlambang kesucian, mereka berkumpul dan berdoa bersama di makam pendiri desa tersebut.

Warga juga membawa gunungan yang disebut dengan tumpeng agung, gunungan itu terbuat dari hasil pertanian setempat, antara lain daun tembakau, cabai, buncis, bawang putih, dan bawang merah serta di pucuk gunungan ada beberapa lembar uang kertas.

"Gunungan ini melambangkan kesuburan tanah kami, meskipun berada di lereng gunung, namun Tuhan memberikan kesuburan tanah yang luar biasa sehingga masyarakan bisa mencukupi semua kebutuhannya dari hasil bertani," kata Kepala Desa Tanggulanom Rujito.

Menurut dia, tradisi nyadran itu selalu di tunggu-tunggu oleh masyarakat. Selain hanya digelar satu tahun sekali, tradisi itu menjadi sarana berkumpul war ga menjelang Ramadhan.

"Memang tradisi ini digelar menjelang Ramadhan, semoga saja semua warga bisa merenungi segala tindakan yang telah dilakukan selama setahun," katanya.

Ia meminta warga menjaga kerukunan, kenyamanan, dan keamanan dalam bermasyarakat.

Apalagi, katanya, saat ini menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Temanggung, di mana warga harus saling menjaga kerukunan.

Perbedaan pendapat dan pilihan, katanya, sebagai hal yang wajar, masyarakat harus bisa memilih pemimpin yang benar-benar sesuai dengan hati nurani.

"Jangan sampai karena pilkada ini masyarakat menjadi tidak rukun, hargai pendapat orang lain. Keyakinan yang berbeda juga wajib dihargai," katanya.

Sesepuh Desa Tanggulanom Muh Supriyono mengatakan selain mengirim doa kepada arwah leluhur, prosesi itu juga memiliki beberapa tujuan penting, antara lain membersihkan hati dan jiwa masyarakat menjelang Ramadhan.

"Tradisi ini juga sebagai momentum berdoa bersama agar hasil panen dan kehidupan masyarakat di tahun mendatang jauh lebih baik," katanya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU