Prof Stephen Hawking Tinggalkan Teori Alam Semesta Sebuah Hologram Luas dan Kompleks

  • Internasional
  • 03 Mei 2018 | 14:38 WIB
  • Oleh SPC
  • Dilihat 234 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com / new york -?Kosmologis Stephen Hawking sebelum meninggal merilis sebuah teori yang mengejutkan. Stephen meninggal pada 14 Maret 2018. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di?the Journal of High Energy Physics, sang profesor mengaku jika alam semesta adalah sebuah hologram yang luas dan kompleks, tulis?The Telegraph.

Dengan kata lain, realitas 3D adalah sebuah ilusi. Dunia yang nyata di sekitar kita dan dimensi waktu diproyeksi dari informasi yang disimpan dalam sebuah permukaan datar 2D.

Kebanyakan kosmologis percaya jika dalam hitungan seperkian detik setelah Ledakan Dahsyat, alam semesta mengembang dengan cepat sebelum menjadi seperti sekarang ini. Sekarang ini alam semesta dipenuhi dengan bintang dan galaksi.

Beberapa ahli lain menyatakan jika ekspansi itu berlangsung selama-lamanya. Kondisi ini membentuk ?multiverse?. Mereka mengaku jika manusia menghuni hanya salah satu dari kantong alam semesta di sebuah wilayah di mana inflasi berakhir.

Tapi Prof Stephen mengaku jika ide itu tidak sesuai dengan teori Relativitas Umum Einstein. Bersama rekannya dari Belgia, Profesor Thomas Hertog, dia merilis teori holografis. Teori ini mengatasi masalah dalam menyatukan ekspansi kekal dengan Relativitas Umum.

Prof Thomas yang berasal dari the Katholieke Universiteit Leuven (KT Leuven) berkata, ?Itu adalah sebuah nosi matematika yang sangat tepat dari holografi yang yang muncul dari sebuah teori dalam beberapa tahun terakhir yang tidak benar-benar dimengerti tapi membingungkan pikiran dan merubah situasi sepenuhnya.?

?Kunci utamanya adalah kami tidak memproyeksikan dimensi spasial. Kami memproyeksikan dimensi waktu sebelum Ledakan Dahsyat. Itu adalah sebuah teori yang menggambarkan sebuah awal ke alam semesta di mana waktu tidak ada tapi gagasan kita soal waktu terealisasikan,? tambahnya.

Sebelum kematiannya, Stephen berkata, ?Kita tidak berada dalam sebuah alam semesta yang tunggal, unik tapi penemuan kami mengindikasikan jika ada sebuah pengurangan multiverse yang signifikan, ke serangkaian alam semesta yang mungkin ada dalam jarak yang lebih kecil.?

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU