SMK 3 Palu dan UIN Walisongo Semarang Juara Festival Drama Pelajar di UPGRIS

  • Regional
  • 03 Mei 2018 | 09:11 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 279 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / semarang - Festival drama pelajar SLTA tingkat nasional dan Lomba monolog mahasiswa se-Jateng 2018 yang sudah berlangsung sepekan di kampus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berakhir. Dalam ajang denga tema ''Doa untuk Bumi'' tersebut SMK 3 Palu terpilih sebagai juara? 1 untuk lomba drama dan UIN Walisongo Semarang sebagai juara 1 lomba monolog.

Menurut salah satu juri lomba, Dr Turahmat secara umum penampilan dari 41 kelompok teater dari 24 SLTA/SMK dari seluruh Indonesia dan 17 perguruan tinggi se Jateng tersebut tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun, masih ada beberapa hal-hal khususnya soal logika pementasan yang luput dari perhatian para peserta. ''Misalnya saja, orang tua selalu digambarkan berambut putih dan batuk-batuk. Dari dulu selalu seperti itu, padahal kalau lebih cermat hal-hal klasik seperti ini bisa dipikirkan konsep baru bagaimana menggambarkan orang tua yang tidak harus ubanan dan batuk-batuk,'' jelasnya saat penutupan di Balairung UPGRIS, Rabu (5/5).

Hadir dalam penutupan tersebut Rektor Universitas PGRI Semarang? Muhdi dan Kepala Bidang SDM Dinas Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan Jateng Trenggono. Lebih lanjut Turahmat yang juga penggiat teater ini menambahkan drama adalah karya sastra dialogis yang hadir atas dasar imajinasi terhadap hidup kita. Oleh sebab itu, peserta diharapkan dapat memiliki kekayaan batin lebih setelah mengikuti lomba ini.

''Jadi, jika sudah berlatih drama semestinya bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mana yang baik, mana yang buruk,'' jelasnya.

Loading...
Composite End --> >Rektor UPGRIS Muhdi menyampaikan ajang lomba drama dan monolog ini menjadi agenda rutin yang selalu diselenggarakan oleh Teater Gema UPGRIS. Dalam setiap penyelenggaraan, teater Gema selalu menampilkan ide baru dan? tema yang segar setiap tahunnya. ''Satu hal yang saya tunggu adalah, kejutan apa yang akan saya dapatkan setiap saya masuk ruangan ini saat acara pembukaan maupun penutupan,'' kata Muhdi.

Muhdi mengakui saat ini dunia tengah mengalami era revolusi industri 4.0 yang berdampak pada semua sektor industri dan memunculkan adanya peralihan menggunakan tehnologi. ''Namun di dunia seni tidak dapat tergantiman oleh revolusi industri 4.0,? yang tidak dapat dilibas oleh tehnologi perkembangan jaman,? imbuhnya.

Sementara itu kepala Bidang SDM Dinas Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan Jateng Trenggono menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini.

Menurutnya seni drama sebagai sebuah olah rasa dan mengandung tuntunan dan tatanan kehidupan yang sangat baik. ''Belajar teater itu untuk mengolah kemuliaan batin dengan bermain seni orang akan kaya batinnya dan hidup bahagia,'' katanya.

Bahkan lanjut Trenggono acara festival drama pelajar nasional bisa menjadi agenda wisata dan hiburan bagi kota Semarang. ''Festival ini jika dikelola secara maksimal bisa untuk memperkenalkan Semarang dan propinsi Jawa tengah jika menjadi agenda tahunan,'' ujarnya.

Kedepan, pihaknya siap memberikan dukungan untuk menyelenggarakan event festival drama Pelajar nasional menjadi event yang lebih bergaung hingga tingkat nasional.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU