Seleksi Perangkat Desa Mulai Bermasalah

  • Regional
  • 02 Mei 2018 | 06:27 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 239 kali
image
foto: beritajowo.com/dok

beritajowo.com / solo - Berbagai masalah terkait proses seleksi pengisian perangkat desa massal di Kabupaten Klaten 2018 bermunculan. Warga mengancam demo, meminta seleksi ulang bahkan melapor ke polisi.

Joko Purnomo, warga Desa Gaden, Kecamatan Trucuk mengatakan dirinya akan melaporkan proses pengisian perangkat desa sebab ada pelanggaran aturan. '' Pengumuman tidak dilakukan di hari yang sama sehingga melanggar Perda dan Perbup,'' ungkapnya, Rabu (2/5).

Joko mengatakan, keponakannya Wahyu Setiawan merupakan peserta seleksi Minggu (29/4) lalu. Setelah selesai hasil ujian diumumkan dan keponakannya itu masuk urutan 4 dengan nilai tertinggi untuk posisi Kasi Pemerintahan.

Setelah pengumuman selesai mendadak ada pemberitahuan jika terjadi salah input nilai dan diundang klarifikasi oleh panitia. Setelah itu diminta tanda tangan berita acara (BAP). Paginya tanggal 30 April keluar pengumuman baru yang menyebabkan keponakannya berubah tidak di nilai tertinggi.

Nilai tertinggi diganti Wahyu Widati yang semula urutan 6. Kejadian itu sangat disayangkan sebab dalam Perda dan Perbup ada pasal yang menyebutkan pengumunan hasil dilakukan setelah ujian,
bukan di lain hari.

Sebab ada ketidakberesan itu, keluarga akan melapor ke Polres Klaten. Di Desa Tegalrejo, Kecamatan Bayat, peserta sebanyak 29 orang meminta ujian ulang. Pasalnya universitas penyelenggara bukan seperti yang difasilitasi Pemkab yaitu UAD dan Unwidha. '' Pelaksana ujian dari PT swasta di Yogyakata. Tapi peserta tidak diberitahu,'' katan Ika Purwanti seorang peserta.

Peserta yang protes mendatangi tim pencalonan dan pengangkatan perangkat desa (TP3D). Anehnya, TP3D tidak mengetahui perguruan tinggi (PT) pelaksana ujian.

Lebih janggal, Ketua TP3D adalah kepala desa sendiri. Padahal dalam aturan, TP3D diangkat kepala desa. Untuk itu, jika tidak ada klarifikasi warga akan demo dan meminta ujian ulang. Di Desa
Bandungan, Kecamatan Jatinom, hasil seleksi belum diumumkan meski sudah keluar nilai.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten, Ronny Roekmito selaku koordinator Pemkab mengatakan sejauh pemantauan Pemkab proses seleksi berjalan clear dan clean. '' Tidak ada TP3D, kades atau camat yang bermain seperti yang diisukan, '' tegasnya.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU