Dutch Water Oriented Belanda - Pemkot dan Pemkab Pekalongan Bahas Permasalahan Rob

  • Regional
  • 02 Mei 2018 | 06:11 WIB
  • Oleh trb.com
  • Dilihat 249 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / pekalongan - Pemkot Pekalongan bersama Pemkab Pekalongan adakan pertemuan di rumah dinas Wali Kota Pekalongan yang terletak di Jalan, Selasa (1/5/2018). Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan Dutch Water Oriented (DWO) dari Belanda guna membahas penanganan rob baik di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Diterangkan Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz, pihaknya ingin bersinergi bersama Pemkab dan DWO guna mencari solusi terkait permasalahan rob.

"Pembelajaran terkait sistem menejemen perairan dan edukasi masyarakat tentang lingkungan yang kami dapat dari DWO sangat kami harapkan bisa mengatasi permasalahan rob," ujarnya, Selasa (1/5/2018).

Saelany menerangkan ada beberapa poin dalam pertemuan tersebut, yaitu pemeliharaan saluran air dan pompa air skala lingkungan.

"Kota Pekalongan mendapatakan alokasi dari Pemerintah Pusat berupa tanggul yang terletak satu kilo meter dari garis pantai, namun kami butuh kerjasama dari semua pihak guna mengelola tanggul yang terletak di perbatasan Kabupaten dan Kota Pekalongan," tambahnya.

Sem entara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menuturkan pihaknya siap menjalin kerjasama guna mengatasi rob yang semakin hari semakin meprihatinkan.

"Walaupun kami sudah melakukan pemetaan terkait penanggulangan rob dengan membuat tanggul di Kecamatan Tirto dengan dana Rp 2,4 miliar, namun masih ada beberapa wilayah dengan luasan 6 kilo meter yang masih terkena rob," jelasnya.

Tanggul yang berada di Kecamatan Tirto dijelaskan Asip mampu menanggulangi tiga wilayah yaitu Jeruk Sari, Mulyorejo dan Karang Jompo.

"Dengan adanya sinergi baik dari Pemkot, Pemprov, DWO kami yakin permasalahan rob bisa ditangani. Apalagi ada dukungan dari Pemerintah Pusat dengan pembangunan tanggul raksasa yang bersumber dari dana APBN sebesar Rp 517 miliar," imbuhnya.

Kedepan Pemkot dan Pemkab akan berkoordinasi dengan DWO guna melakukan rekayasa penanganan rob dari huku ke hilir.

"Karena ini permasalahan lintas sektoral jadi harus ditangani bersama, selain penanganam rob dari hulu hingga hilir, rekayasa teknik juga wajib dilakukan agar tanggul bekerja secara maksimal," papar Asip.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU