PWI Jateng - DIY: 9 Februari Hari Pers Harga Mati

  • Regional
  • 01 Mei 2018 | 19:50 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 231 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com / semarang - 9 Februari sebagai Hari Pers Adalah Harga Mati?Pernyataan sikap ini ditegaskan saat sarasehan wartawan di Monumen Pers Nasional Surakarta, Senin (30/4/2018) kemarin.?

Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud menyatakan, tidak ada alasan mengubah tanggal Hari Pers dari 9 Februari menjadi 23 September.

Sebab, meskipun 23 September berkenaan dengan lahirnya Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tetapi sejarah tetap sejarah.

Ia menegaskan, 9 Februari 1946 merupakan hari kelahiran PWI, sekaligus patut ditandai sebagai Hari Pers Nasional (HPN).

?Memang Undang-undang Pers karya fenomenal. Tapi sejarah tetap sejarah. Secara objektrif, ditinjau dari segi apapun, sejarah menegaskan 9 Februari sebagai hari kelahiran PWI,? katanya.

Pada sarasehan itu, Amir juga mempertanyakan, kalau memang ada pihak yang menginginkan Hari Pers selain 9 Februari, mengapa mereka tidak menyelenggarakan sendiri Hari Pers.

Ia memi nta kepada pihak yang menginginkan perubahan tanggal Hari Pers tidak mengajak PWI yang secara historis dan sosiologis telah mengakui 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

Amir pun mengomentari, tudingan bahwa Hari Pers Nasional membebani daerah dan menjadi persoalan masyarakat karena ada belanja yang mengarah pada HPN.

?Yang terjadi justru sebaliknya. Dari penyelenggaran HPN, daerah malah menangguk keuntungan karena menjadikan HPN sebagai ajang promosi pariwisata,? tegasnya.

Sihono, Ketua PWI DIY mengaku merasa terlukai ketika Dewan Pers menginiasi perubahan tanggal HPN. Sebab, iniasi itu sama saja dengan berupaya menghapus sejarah perjuangan pers.

Menurutnya, agenda perubahan Hari Pers tidak sekadar soal mengganti tanggal HPN, tetapi adalah upaya menghilangkan perjuangan tokoh pers Indonesia.

Setelah menggelar sarasehan, wartawan menegaskan pernyataan sikapnya di depan Monumen Pers. Pernyataan sikap PWI Jateng-DIY akan disampaikan kepada Presiden RI.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU