30 Tahun Gamelan Jawa Dirayakan di London

  • Internasional
  • 29 Apr 2018 | 23:43 WIB
  • Oleh ANT
  • Dilihat 218 kali
image
foto(istimewa)

beritajowo.com // london?- 30 tahun yang lalu, Pemerintah Republik Indonesia memberikan seperangkat gamelan lengkap kepada warga Inggris sebagai tanda persahabatan yang ditempatkan di gedung kesenian Southbank Centre, London.

Untuk merayakan keberadaan gamelan di Inggris selama 30 tahun digelar pertunjukkan gamelan Jawa sekaligus pembukaan kembali Gedung Queen Elizabeth Hall yang selama dua tahun terakhir ditutup akibat renovasi besar, kata Pensosbud KBRI London Okky Diane Palma kepada Antara, Minggu.

Dalam pertunjukan gamelan Jawa dimainkan kelompok Southbank Gamelan Players (SBGP) juga ditampilkan tarian dibawakan kelompok tari Lila Bhawa Indonesian Dance UK.

Pemain gamelan berseragam batik khas Solo, sebagian besar warga Inggris itu dengan asyik memainkan alat musik gamelan yang berhasil menghipnotis setiap pengunjung memadati ruang terbuka di Queen Elizabeth Hall, Southbank Centre, London.

Para pengunjung yang semakin banyak berdatanhan berjejal, bahkan rela duduk di seputar panggung dan rela berdiri berdesakan dengan penonton lainnya yang terbius oleh bunyian magis sesekali ditimpali nada-nada menggebrak.

Tepuk tangan riuh menyudahi setiap usai karya dipentaskan.

Pertunjukan yang digelar sebagai bagian dari seri Friday Tonic dan Concrete Dreams Weekend adalah seri pementasan musik dilakukan Jumat sore bertujuan agar dinikmat i commuters disaat mereka pulang kerja dan mampir ke Southbank Centre sekedar minum kopi atau ngobrol.

Sementara itu, Concrete Dreams Weekend yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 April mendatang merayakan sejarah pendirian gedung Queen Elizabeth Hall pada tahun 1960-an.

Direktur Gamelan di Southbank Centre, Sophie Ransby menyatakan penghargaan dan terima kasih atas jalinan persahabatan antara Indonesia dan Inggris Raya selama ini.

Keberadaan gamelan yang menjadi salah satu jenis musik digandrungi masyarakat Inggris menjadi pengokoh ikatan persabatan itu, khususnya dalam diplomasi antarwarga atau people-to-people.Kekuatan ikatan pada tingkat ini diyakini akan menjamin persahabatan yang lebih panjang, ujarnya.

Usai sambutan, pemain menampilkan lagu pertama Diradameta yang dimainkan menyusul Gangsaran Roning Tawang yang menjadi bagian dari repertoar baku gamelan Solo, Jawa Tengah.

Sajian semakin menarik ketika pemain menyuguhkan lagu, Full Fathom Five merupakan komposisi kontemporer diciptakan komponis dan musisi gamelan Alec Roth, seorang pendiri kelompok Southbank Gamelan Players.

Alec Roth, perintis penyebaran musik gamelan di Inggris dan ikut menabuh gamelan sejak awal gamelan di Southbank. Pementasan diikuti tari topeng tradisi desa Klaten, yaitu Tari Klana, ditarikan Sujarwo Joko Prehatin, dalang asal Tengah Jawa yang menetap di Inggris.

img
BeJo@22
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU